Suara.com - Orang lanjut usia atau lansia termasuk kelompok orang yang paling rentan terinfeksi virus corona Covid-19. Kondisi ini pastinya tidak mudah bagi para dokter yang menangani pasien lansia di tengah wabah virus corona Covid-19.
Seperti dikatakan dr. Bijay Sinha, kosultan yang bertanggung jawab di unit perawatan lansia, rumah sakit di London ini. Ia merasa cemas karena 20 pasien lansia di bangsalnya bertugas sudah terinfeksi virus corona Covid-19.
"Sebanyak 20 pasien di bangsal saya menderita virus corona Covid-19. Sekarang semua orang di bangsal saya positif corona," kata Bijay dikutip dari The Sun.
Apalagi orang tua yang berusia 70 tahun ke atas lebih berisiko mengalami keparahan ketika terinfeksi virus corona Covid-19.
Begitu pula dr. Sinha dan rekan-rekannya di Rumah Sakit Whipps Cross, London Timur yang berada di bawah tekanan besar untuk merawat pasien kelompok rentan terinfeksi virus corona Covid-19.
Sinha bersama tim medisnya telah memindahkan beberapa pasien lansia yang tidak terinfeksi virus corona Covid-19 ke bangsal lain. Tetapi, ia memperkirakan jumlah pasien lansia yang terinfeksi virus akan melonjak tinggi.
"Dalam beberapa hari kita pasti akan kewalahan," katanya.
Tetapi, dr. Sinha yang sudah berusia 56 tahun berusaha melakukan hal terbaik untuk menjaga pasien dan staf medis lainnya tetap optimis dalam melawan virus corona Covid-19.
Sinha berusaha selalu muncul di hadapan pasien-pasien lansia yang terinfeksi virus corona Covid-19. Ia pun berusaha menebarkan kebahagiaan agar semua pasien tetap berpikiran positif.
Baca Juga: Bahaya Semprot Disinfektan ke Tubuh, Pengendara ini Tunjukkan Dampaknya
"Saya selalu tersenyum ketika bertemu mereka. Jika saya sedih atau patah semangat. Bagaimana perasaan staf dan pasien? mereka pasti akan khawatir. Jadi kita sendiri harus membuat pasien merasa bahagia dengan semangat kita," ujarnya.
Sebelumnya, dr. Sinha bertugas pertama kali menjadi dokter di India pada tahun 1992. Setelah 5 tahun, ia dipindahkan ke Inggris dan menangani unit perawatan selama lebih dari 1 dekade.
Saat ini dr. Sinha sedang berusaha melawan pandemi virus corona Covid-19. Wabah virus ini tentu tak mudah baginya, terlebih beberapa staf medisnya harus mengarantina diri karena mengalami gejala infeksi virus corona.
"Saat ini 4 staff medis saya sedang cuti karena mengalami gejala virus corona. Mereka mengaku bosan dalam grup WhatsApp unit kami. Dalam grup itu, kami mencoba membuat lelucon untuk menghibur dan menyemangati mereka," kata Sinha.
Menurut dr. Sinha, kebahagiaan adalah kunci utama seorang pasien agar tetap optimis dalam melawan virus corona Covid-19.
Karena itulah, Sinha yang sudah 56 tahun berusaha selalu ceria di depan semua pasien dan tim medisnya untuk menebarkan suasana positif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia