Suara.com - Selain hand sanitizer, sabun antiseptik juga sangat dibutuhkan semua orang dalam melindungi diri dari virus corona Covid-19. Tetapi, Anda perlu memperhatikan beberapa hal sebelum membeli sabun antiseptik.
Dokter Diana Gall, seorang dokter dari layanan kesehatan online Doctor 4-U dari Inggris, mengatakan ada dua bahan dalam beberapa sabun antiseptik yang perlu dihindari. Dia bahan itu adalah triclosan dan triclocarban yang bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh.
"Mencuci tangan sangat baik untuk mencagah penularan virus corona Covid-19. Tetapi, agen antibakteri dan antijamur tertentu yang terkandung dalam beberapa produk sabun antiseptik memiliki efek buruk pada sistem kekebalan tubuh," kata Diana Gall dikutip dari Metro.
Karena itu, Diana Gall menyarankan orang-orang untuk menghindari sabun cuci tangan antiseptik yang mengandung triclosan dan triclocarban.
Diana Gall mengatakan bahan kimia buatan manusia yang sangat kuat ini bisa mengelupas kulit dan menghilangkan bakteri baik yang berfungsi melindungi tubuh kita. Kondisi inilah yang disebut melemahkan kekebalan tubuh.
Triclosan dan triclocarban adalah antimikroba yang dikembangkan pada 1960 untuk menargetkan pertumbuhan bakteri. Umumnya, antimikroba ini ditemukan dalam produk sabun, deterjen dan pasta gigi.
Lalu tahun 2016, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) melarang penjualan sabun cuci tangan antibakteri yang mengandung kedua bahan kimia tersebut.
Meski begitu, beberapa produk sabun cuci tangan masih mengandung triclosan dan triclocarban. Karena itu, Diana Gall menyarakan masyarakat untuk memeriksa kandungan dalam sabun cuci tangan sebelum membelinya.
"Walaupun bahan-bahan dalam sabun cuci tangan ini tidak mematikan. Tetapi, penggunaannya setiap hari bisa menghancurkan pertahanan tubuh kita. Sehingga kita akan lebih berisiko tertular virus corona Covid-19," jelasnya.
Baca Juga: Top 5 Olahraga: Hasil Rapid Test Atlet PBSI, Bob Hasan Wafat Akibat Kanker
Jika sabun cuci tangan Anda mengandung kedua bahan kimia tersebut, Anda tetap harus mencuci tangan secara teratur. Terutama Anda harus mencuci tangan sebelum dan setelah meninggalkan rumah, sebelum dan setelah makan serta setelah menyentuh permukaan benda apapun.
Karena, cuci tangan tertaur adalah cara terbaik untuk menghindari diri tertular virus corona Covid-19. Selain itu, menjaga diri agar tidak panik juga bermanfaat bagi kita untuk tetap waspada dan menjaga kebersihan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
Terkini
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan