Suara.com - Sekitar enam bulan setelah beberapa apotek besar menarik Zantac dan obat generiknya dari penjualan, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) meminta agar para produsen segera menarik semua versi obat yang diresepkan dan dijual bebas.
Seperti dilansir dari NPR, ranitidine, bahan aktif dalam Zantac dan padanannya, ternyata mengandung zat dikenal sebagai N-Nitrosodimethylamine, atau NDMA yang berisiko menjadi penyebab kanker.
Mereka mengatakan bahwa seiring waktu, NDMA (zat penyebab kanker yang mungkin juga ditemukan dalam berbagai makanan, termasuk daging yang diawetkan) muncul sebagai pengotor dalam ranitidin dalam konsentrasi yang melebihi standar federal.
FDA mengeluarkan peringatan September lalu tentang obat-obatan tersebut. Mereka mendorong apotek, termasuk CVS, Walgreens dan Walmart, untuk menghentikan penjualan Zantac dan yang setara.
Sekarang, di tengah penyelidikan yang sedang berlangsung, FDA mengatakan telah mengkonfirmasi bahwa masalah ini terkait dengan cara ranitidine secara alami rusak dari waktu ke waktu dalam kondisi penyimpanan normal, bukan bagaimana obat itu diproduksi.
"Kami tidak mengamati tingkat NDMA yang tidak dapat diterima di banyak sampel yang kami uji. Namun, karena kami tidak tahu bagaimana atau berapa lama produk itu mungkin disimpan, kami memutuskan bahwa itu tidak boleh tersedia untuk konsumen dan pasien kecuali kualitasnya dapat terjamin,"kata Janet Woodcock, direktur Pusat Evaluasi dan Penelitian Obat FDA.
Kabar ini pertama kali muncul tahun lalu, ketika Valisure, sebuah perusahaan yang melakukan pengujian keamanan pada obat-obatan populer, menemukan kontaminan di tingkat yang mengkhawatirkan.
"Tes kami dalam kondisi lab tampaknya cukup jelas menunjukkan bahwa obat tersebut dapat terdegradasi menjadi NDMA dengan sendirinya, baik dalam tablet atau sebenarnya dalam tubuh manusia," kata pendiri dan CEO Valisure David Light.
FDA mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka mengirim surat ke semua produsen ranitidine merekomendasikan agar mereka menarik produk mereka dari pasar.
Baca Juga: Di Rumah Aja, Waspada 10 Tanda Anak Mulai Stres
Itu termasuk Sanofi, produsen di belakang Zantac, yang mengatakan sudah melakukan penarikan produk secara sukarela di Amerika Serikat dan Kanada saat investigasi FDA dibuka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien
-
Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi