Suara.com - Manusia menyukai kontak fisik yang konsensual dengan orang lain pun soal kebersaaman secara langsung. Hal itu yang disebut para peneliti membuat karantina akibat Covid-19 menjadi hal yang menyulitkan bagi banyak orang.
"Tidak semua orang menyukai situasi ini, beberapa orang memang membenci berada di sekitar orang banyak. Tetapi kebanyakan orang, bersama dengan banyak orang lain menciptakan kesenangan fisiologis, endorfin, dan lain-lain," kata Michael Muthukrishna, asisten profesor Psikologi Ekonomi di London School of Economics and Political Sciece pada CNN.
Menurut Muthukrishna, kebersamaan secara langsung bisa meningkatkan hormon di otak dan tubuh, seperti endorfin, serotonin, dan oksitosin. Beberapa hormon tersebut pada dasarnya akan memberi perasaan bahagia dan cinta.
Sayangnya wabah virus corona malah membuat saling menjauh secara fisik sebagai bentuk kasih sayang. Memang konektivitas dengan orang lain masih bisa dilakukan via online, namun kualitasnya tetap tidak sama saat bertemu secara langsung.
Mengalihbahasakan dari CNN, Tiffany Field, pendiri dan direktur Touch Research Institute, Universitas Miami menyatakan bahwa sentuhan langsung bermanfaat bagi kesehatan.
"Kontak kulit ke kulit antara ibu dan bayi bisa mengontrol detak jantung dan pernapasan bayi, merangsang pencernaan, membantu menangkis infeksi, dan baik untuk kekebalan tubuh," kata Field.
"Manfaat kesehatan dari sentuhan manusia terus berlanjut hingga masa kanak-kanak, remaja, dan dewasa," imbuhnya.
Field mengkhawatirkan kesehatan manusia karena semakin mengisolasi diri secara fisik dan menjadi asyik berkomunikasi melalui teknologi.
Meskipun bermanfaat, selama pandemi ini kontak manusia secara harfiah adalah ancaman terbesar. Tetapi para ahli sepakat bahwa manfaat jarak sosial jauh lebih besar daripada risiko bersosialisasi.
Baca Juga: Longsor di Selingkar Wilis, Jalur Perdagangan Trenggalek Putus Total
Field berharap bahwa meskipun tinggal di rumah orang-orang sebaiknya perbanyak saling menyentuh. "Gosok punggung orang yang Anda cintai dan jika Anda hidup sendiri selama periode ini, maka sentuhlah diri Anda sendiri," saran Field.
"Kita tahu bahwa saling menyentuh sangat penting untuk alasan kesehatan. Menggerakkan kulit membuat tubuh menjadi lebih santai. Aktivitas vagal di otak meningkat, memperlambat detak jantung dan menurunkan hormon stres," tambahnya.
"Jika Anda hidup sendirian, lakukan pijatan untuk diri sendiri," kata Field pada CNN.
Sementara di sisi sosial, orang-orang dalam karantina penting untuk tetap terhubung dengan cara non-fisik.
"Periode jarak sosial ini kemungkinan paling sulit bagi orang dewasa yang lebih tua yang tidak memiliki pasangan dan dukungan sosial yang merawat mereka," kata Bianca Suanet, seorang sosiolog dari Vrije Universiteit Amsterdam.
Untuk itu, Bianca Suanet merekomendasikan agar tetap terhubung secara online dan sesering mungkin berkomunikasi dengan orangtua.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Waspada Halusinasi Medis yang Berbahaya
-
Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala