Suara.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) telah menganjurkan semua orang untuk memakai masker, termasuk orang-orang yang tidak sakit atau menunjukkan gejala Covid-19.
Bukan masker bedah, CDC justru menganjurkan masyarakat umum untuk memakai masker kain yang dapat dibuat sendiri.
Sayangnya, rekomendasi ini yang terbit di laman resmi mereka tidak menyebutkan aspek paling penting dari mengenakan masker, yaitu mencuci tangan sebelum dan sesudah mengenakannya.
Menurut ilmuwan keperawatan klinis dan pencegahan infeksi di Case Western Reserve University di Cleveland, Ohio, Shanina Knighton, PhD, CDC harus memberikan panduan lebih lanjut tentang keselamatan dan penggunaan masker yang tepat.
"Ketika Anda memberi tahu seseorang untuk melakukan sesuatu, jika Anda tidak memberi mereka instruksi yang jelas itu akan menjadi masalah keamanan," katanya, dikutip dari Forbes.
Knighton mengatakan dirinya mengetahui sebuah kasus di mana orang-orang meminum pemutih untuk membunuh virus corona jenis baru setelah Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) mengumumkan produk pemutih dapat mematikan SARS-CoV-2.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun telah menekankan pentingnya penggunaan dan pembuangan masker yang tepat.
"(Mengenakan) masker atau tidak, ada bukti-bukti yang biasa kita lakukan untuk melindungi kita semua dan orang lain, (yaitu) menjaga jarak, mencuci tangan, batuk atau bersin pada siku bagian dalam, dan hindari menyentuh wajah," cuit WHO pada Senin (6/4/2020).
Knighton juga menekankan ada tiga hal penting yang seharusnya masih dilakukan meski masyarakat sudah memakai masker, yaitu:
Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Saat Covid-19, Jumlah Produsen Masker hingga APD Meningkat
- Pertama, mencuci atau bersihkan tangan, bersihkan wajah dengan kain wajah lembab yang hangat, dan biarkan wajah mengering sebelum memakai masker.
- Kedua, hindari menyentuh wajah Anda.
- Ketiga, selalu mencuci atau menggunakan pembersih tangan sebelum dan sesudah mengenakan masker. Ketika Anda melepas masker, lepaskan dari karet atau tali pengikatnya, seperti yang disarankan oleh WHO.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
Terkini
-
Multisport, Tren Olahraga yang Menggabungkan Banyak Cabang
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal