Suara.com - Sebuah rumah sakit di Thailand telah melakukan langkah baru dalam mencegah virus corona baru pada bayi yang baru lahir.
Foto-foto yang diambil minggu ini di Rumah Sakit Param 9 di Bangkok menunjukkan bayi yang baru lahir mengenakan pelindung wajah saat dipegang oleh perawat.
Staf rumah sakit berhadap pelindung wajah tersebut dapat memberi sang ibu tenang akan keselamatan anak-anak mereka.
Pelindung ini dapat melindungi bayi dari tetesan pernapasan yang dikeluarkan saat bersin atau batuk.
Namun, mereka hanya akan mengenakan alat ini ketika benar-benar diperlukan. Misalnya ketika anak-anak dibawa pulang dari rumah sakit oleh orang tua mereka karena bayi tersebut bisa menjadi tidak higienis.
"Keselamatan adalah hal yang paling kami pedulikan," tulis rumah sakit dalam sebuah pernyataan.
Dilansir People, awal bulan ini rumah sakit lain di Thailand juga mengumumkan mereka akan mengirim bayi yang baru lahir pulang dengan mengenakan pelindung wajah.
"Kami memiliki langkah-langkah perlindungan ekstra untuk anak-anak dan 'teman-teman kecil'," tulis Rumah Sakit Paolo Samutprakarn dalam sebuah unggahan di Facebook.
Menurut mereka, pelindung ini dapat digunakan dalam kasus perjalanan. Mereka tidak merekomendasikan bayi yang baru lahir untuk mengenakannya sepanjang waktu.
Baca Juga: Heboh Bayi Dinikahkan dengan Seekor Anjing, Alasannya Bikin Geleng-geleng
Sebelumnya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) juga pernah mengatakan bahwa wanita hamil harus bisa melindungi diri dari Covid-19.
Sebab, wanita hamil termasuk dalam risiko demografi lebih tinggi terinfeksi karena sistem kekebalan tubuh mereka juga melemah, meski bukti anekdotal awal menunjukkan penularan dari ibu ke bayi tidak mungkin terjadi.
Berita Terkait
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya