Suara.com - DKI Jakarta resmi memberlakukan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSSB) pada 10 April lalu. Demi kelancarannya, dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, salah satunya dari tingkat RT dan RW.
Pemerintah DKI Jakarta mengeluarkan pedoman siaga bagi RT/RW untuk menghadapi pandemi Covid-19. Salah satunya terdapat imbauan untuk menjaga lansia.
Lansia termasuk dalam kategori berisiko tinggi untuk terpapar Covid-19 dan berisiko kematian. Oleh karena itu perlu ada penjagaan khusus baik dari lansia itu sendiri maupun dari pihak keluarga dan RT/RW.
Saat memberi pengertian terkait Covid-19 pada lansia, diimbau untuk menggunakan bahasa sederhana. Kemudian tetap gunakan masker, jaga jarak, tetap steril, dan gunakan pakaian yang bersih.
Bagi para lansia, diimbau untuk tetap berada di rumah atau panti wreda atau senior living. Tetap lakukan kegiatan rutin seperti berjemur di bawah sinar matahari secukupnya dan berjarak dengan yang lain.
Selain itu jangan lupa untuk tetap istirahat cukup dan tidur minimal 6-8 jam sehari atau lebih.
Kemudian makan makanan bergizi seimbang. Cukup minum dan mengonsumsi sayur serta buah-buahan. Bila diperlukan, tak masalah untuk minum multivitamin.
Dianjurkan untuk menunda pemeriksaan kesehatan rutin dengan memastikan obat sehari-hari tersedia cukup. Bagi pihak keluarga, pastikan lansia minum obat dengan teratur.
Perihal social distancing juga diberlakukan pada lansia, yakni untuk tetap menjaga jarak dengan orang lain sejauh kurang lebih 1 meter.
Baca Juga: Catat 10 Aturan PSBB Corona di Depok
Yang tak kalah penting diperhatikan juga adalah hindari bersentuhan, bersalaman atau cium pipi. Jauhi orang sakit dan sering mencuci tangan.
Terakhir, bagi yang tinggal bersama lansia pastikan untuk menjaga kondisi lingkungan bersih, aman dan nyaman, serta ventilasi dan cahaya matahari cukup.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya