Suara.com - Mulai tahun ini, Organisasi Kesehatan Dunia WHO menetapkan 14 April sebagai Hari Penyakit Chagas Sedunia.
Keputusan itu dibuat setelah proposal dari Federasi Internasional Asosiasi Orang-Orang yang Terkena Penyakit Chagas disetujui Majelis Kesehatan Dunia, badan pembuat keputusan WHO pada Mei 2019 lalu.
Penyakit Chagas, juga dikenal sebagai trypanosomiasis Amerika, adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit protozoa Trypanosoma cruzi (T. cruzi).
Penyakit ini pertama kali ditemukan oleh dokter asal Brazil Carlos Ribeiro Justiniano Chagas.
Pada 14 April 1909, Carlos Chagas mendiagnosis kasus manusia pertama dari penyakit ini, seorang anak berusia dua tahun bernama Berenice.
Awalnya penyakit ini hanya terbatas pada daerah pedesaan kontinental di Wilayah Amerika Latin. Karena meningkatnya mobilitas populasi dalam beberapa dekade terakhir, sebagian besar orang yang terinfeksi hidup di perkotaan dan penyakit chagas semakin terdeteksi di Amerika Serikat, Kanada, dan banyak orang Eropa dan Afrika, Mediterania Timur, dan Pasifik Barat negara.
Berikut fakta mengenai penyakit Chagas, sebagaimana mengutip dari situs WHO:
1. Disebabkan gigitan serangga
Penyakit Chagas ditularkan melalui penularan vektor (parasit Trypansoma cruzi) dari serangga bernama kissing bug atau triatomine.
Biasanya serangga itu hidup di celah dinding atau atap yang bocor. Juga struktur peridomiciliary, seperti kandang ayam, kandang dan gudang, di daerah pedesaan atau pinggiran kota.
Baca Juga: Baru Terungkap, Raffi Ahmad Pernah Coba Dekati Angel Lelga
Serangga itu biasanya menggigit manusia pada malam hari. Bukan hanya menghisap darah, serangga itu juga buang air besar dekat dengan gigitannya.
Infeksi terjadi ketika orang secara tak sadar menggaruk bekas gigitan lalu kotoran serangga itu masuk saat manusia menyentuh mata, mulut, atau bagian kulit yang terbuka.
2. Penyakit menular
Penularan bisa terjadi dari makanan yang terkontaminasi dengan kotoran serangga triatomine, transfusi darah pasien chagas, ibu hamil yang terinfeksi, dan organ transplantasi lainnya.
Berdasarkan catatan WHO, hingga saat ini penyakit chagas telah menginfeksi hingga 7 juta orang di dunia.
3. Gejala ringan dan dalam waktu lama
Fase akut awal berlangsung sekitar 2 bulan setelah infeksi. Selama fase akut, sejumlah besar parasit bersirkulasi dalam darah. Tetapi dalam kebanyakan kasus, gejala tidak ada atau ringan dan tidak spesifik.
Kurang dari 50 persen orang yang digigit bug triatomine, tanda-tanda pertama yang terlihat dapat berupa lesi kulit atau pembengkakan kelopak mata pada salah satu mata.
Gejala ringan yang biasanya dirasakan seperti demam, sakit kepala, pembesaran kelenjar getah bening, pucat, nyeri otot, kesulitan bernapas, pembengkakan, dan sakit perut atau dada.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
Terkini
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih