Suara.com - Kacau! Pasien Ebola Kabur dari Rumah Sakit Bikin Kongo Kelabakan
Seorang pasien Ebola melarikan diri dari rumah sakit yang merawatnya, membuat pemerintah Republik Demokratik Kongo memperketat pengawasan terhadap warga.
Saat ini, Republik Demokratik Kongo sedang mengalami peningkatan kasus Ebola pertama kalinya di tahu 2020. Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, sudah ada 6 orang terinfeksi sejak pekan lalu.
Padahal, Republik Demokratik Kabur berencana mengakhiri epidemi Ebola terbesar kedua di dunia yang dimulai sejak tahun lalu.
Namun, kaburnya seorang pasien Ebola yang positif mengacaukan hal ini. Menurut otoritas kesehatan, seorang pengemudi taksi motor kabur saat menjalani perawatan di kota Beni, sebelah timur Republik Demokratik Kongo.
"Kami akan menggunakan segala cara untuk menemukannya," kata Boubacar Diallo dari unit respons Ebola untuk WHO, dilansir Reuters.
Otoritas kesehatan juga mengantipasi penularan Ebola baru dari pasien yang berusia 28 tahun ini.
Sebelumnya, dialihbahasakan dari DW, otoritas kesehatan regional melaporkan kematian pertama karena Ebola di tahun 2020 pada bulan Februari.
"Sayangnya, ini artinya pemerintah DRC tidak akan dapat mengumumkan berakhirnya wabah Ebola pada Senin, seperti yang diharapkan," tutur Tedros Adhanom Ghebreyesus, kepala WHO.
Baca Juga: Usai Jadi Relawan Ebola, Lelaki Ini Ikut Uji Coba Vaksin Virus Corona
WHO mengatakan pihaknya berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah, masyarakat yang terkena dampak dan mitranya untuk mengakhiri wabah Ebola.
Wabah yang berkelanjutan ini dinyatakan pada Agustus 2018 dan sejak sata itu telah membunuh 2.200 orang. Ini juga yang mendorong upaya vaksinasi besar, lebih dari 300.000 warga Kongo menerima imunisasi.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini