Suara.com - Profesor Calum Semple yang memimpin penelitian paling komprehensif tentang pasien virus corona di Inggris, mengatakan bahwa Covid-19 sama berbahayanya dengan ebola.
Melansir dari Express, berbicara di sebuah konferensi pers virtual profesor Semple menunjukkan lebih dari sepertiga pasien yang dirawat di rumah sakit telah meninggal.
"Itu sama bagi mereka yang dirawat di rumah sakit dengan Ebola, orang-orang perlu mendengar ini dan memasukkannya ke dalam kepala mereka bahwa alasan pemerintah ingin orang tinggal di rumah sampai wabah mereda adalah karena ini adalah penyakit yang sangat berbahaya," kata profesor Semple.
Konsorsium Karakterisasi Klinis Coronavirus, yang dipimpin oleh Profesor Semple merilis data klinis hampir 17.000 kasus virus cerona di rumah sakit di seluruh negeri. Penelitian ini juga menemukan bahwa tingkat kematian tinggi terjadi pada pasien yang lebih tua.
Itu juga mengungkapkan wanita hamil tidak memiliki risiko kematian yang lebih tinggi. Tetapi obesitas dikaitkan dengan tingkat kematian, bahkan setelah pasien beradaptasi dengan masalah kesehatan lainnya.
"Sel-sel lemak mengeluarkan bahan kimia yang meningkatkan kondisi peradangan dalam tubuh," ujar profesor profesor Semple.
Para ahli berupaya mengenali faktor-faktor risiko yang mungkin menunjukkan pasien yang akan memiliki hasil yang buruk.
Profesor Peter Openshaw, seorang ahli dalam kedokteran eksperimental di Imperial College London, mengatakan penelitian menunjukkan angka serius dan jalannya virus yang kompleks.
"Ada laporan anekdotal tentang orang-orang mulai dengan batuk dan sesak napas, kemudian tampak membaik, dan kemudian kembali dengan penyakit yang lebih sistemik, peradangan pada pembuluh darah dan kecenderungan untuk membentuk bekuan darah di berbagai bagian tubuh," kata profesor Openshaw.
Baca Juga: Jokowi Mau Stimulus Ekonomi Ringankan 56 Juta Pekerja Formal
"Jadi itu membuktikan penyakit yang jauh lebih kompleks daripada yang kita duga sebelumnya," tambahnya.
Menurut penelitian, yang diterbitkan di situs medRxiv, 83 persen orang yang terkena dampak telah dirawat di bangsal rumah sakit tanpa dipindahkan ke perawatan intensif. Namun 31 persen dari mereka meninggal dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
Terkini
-
Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Risiko Halusinasi Medis, Dokter Tetap Tak Tergantikan
-
Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala