Suara.com - Dokter Ungkap Adanya Fenomena Covid Toes, Ruam Pada Jari Kaki Pasien Corona
Seorang dokter dermatologi Amerika Serikat, Dennis Porto, MD, MPH membagikan adanya fenomena 'Covid Toes'. Fenomena tersebut merujuk pada masalah ruam kulit pada jari kaki pasien Covid-19 tanpa gejala.
"Saya mendiagnosis pasien (dugaan) dengan virus corona berdasarkan pemeriksaan kulitnya hari ini. Dia memiliki "Covid Toes" selama enam minggu dan dinyatakan asimtomatik. Dia memiliki pekerjaan yang dihadapi publik. Saya sudah melihat beberapa pasien seperti ini. Sulit membayangkan virus ini sudah tidak menyebar ke mana-mana," tulisnya di media sosial.
Dalam utas yang sama, Dennis juga percaya bahwa pasien yang ia tangani secara daring itu akan dinyatakan positif terinfeksi virus corona Covid-19 bila menjalani tes.
Sebelumnya, ramai anggapan bahwa ruam kulit menjadi salah satu tanda seseorang menderita corona Covid-19.
Lewat data dari Italia menunjukan bahwa satu dari lima orang yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 mengalami perubahan pada kulit.
Dalam beberapa kasus, ruam berpotensi menjadi tanda infeksi pertama atau satu-satunya. Menurut Program Layanan Kesehatan Masyarakat di Inggris atau NHS, gejala utama virus corona adalah batuk terus-menerus dan suhu tubuh yang tinggi.
Namun diperkirakan bahwa delapan dari sepuluh orang yang terinfeksi hanya mengalami gejala ringan atau bahkan tidak menunjukkan gejala penyakit sama sekali.
"Saya telah melihat beberapa pasien yang biasanya tidak menderita eksim mengalami alergi yang tiba-tiba, ruam aneh," kata Dr Veronique Bataille, seorang dokter kulit konsultan NHS mengutip dari Dailymail.
Baca Juga: Benarkah Kartu Prakerja Dirancang Bukan untuk Hadapi Dampak Covid-19?
Menurut Bataille, dalam dua atau tiga hari pascamuncul ruam, pasien biasanya baru akan mengalami gejala khas Covid-19.
"Untuk beberapa pasien, kami percaya ruam mungkin satu-satunya gejala yang mereka dapatkan. Masyarakat harus mewaspadai hal ini dan kemungkinan gejala lain pada anggota keluarga mereka," tambahnya.
Dokter juga melaporkan adanya chilblains - bercak merah di jari kaki yang biasanya disebabkan oleh suhu dingin pada beberapa pasien virus corona Covid-19.
''Kulit adalah organ terbesar di tubuh - dan itu terlihat. Jadi, jika Anda sangat tidak sehat, dan paru-paru Anda sakit, tidak mengherankan jika kulit bereaksi dalam beberapa cara dalam sekitar seperlima dari kasus," kata Profesor Hywel Williams, co-direktur pusat dermatologi berbasis bukti di Universitas Nottingham.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan