Health / Konsultasi
Selasa, 05 Mei 2020 | 14:00 WIB
Ilustrasi Wabah Corona COVID-19 [Unsplash/Martin sanchez]

Chen disebut juga punya kalimat khas yang sering diucapkan kepada para wartawan saat konferensi pers, “Punya hati! Kita semua harus tetap empati dalam menangani hal-hal tertentu."

Chen juga selalu mengingat bahwa pasien yang terinfeksi virus corona dari orang lain tidak bersalah. "Karena mereka tidak ingin terinfeksi," kata Chen.

Menurut seorang psikolog Teng Hui-wen, kalimat itu yang menenangkan masyarakat Taiwan saat merasa dihantui dengan bahaya virus corona dan memandang pasien Covid-19 sebagai monster.

Dokter Chu Wei-min juga memuji Chen karena menjadi komunikator yang baik dengan kecerdasan emosi yang tinggi.

"Ketika berhadapan dengan wartawan, ia mampu meredakan ketegangan dengan menjelaskan situasi dengan sabar dan tidak tersinggung," kata Chu.

Sejak memimpin pusat komando epidemi sentral Taiwan, Chen belum pernah libur bekerja dan menjaga respon pandemi Taiwan di tangan para profesional kesehatan.

Dia sering menekankan bahwa retorika politik hanya akan merusak profesionalisme dan konfrontasi hanya akan memecah masyarakat.

Tetapi, sebagai menteri kesehatan, lulusan Universitas Kedokteran Taipei harus tetap sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mempromosikan status kesehatan Taiwan agar memenuhi syarat untuk bergabung dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan mencegah kesenjangan di area kesehatan global.

Dalam jajak pendapat pada 26 Maret oleh jaringan berita kabel TVBS Taiwan, tingkat popularitas Chen mencapai 91 persen, tertinggi sejauh ini dari semua politisi Taiwan, termasuk Tsai.

Baca Juga: Meski Dekat China, Taiwan Jadi Negara Paling Sukses Kendalikan Corona

Dia juga didukung oleh lebih dari 50 persen responden dalam survei TVBS pada bulan April sebagai pilihan terbaik untuk walikota Taipei pada tahun 2022. Namun Chen kemudian mengatakan dia tidak tertarik dengan posisi itu.

Istri Chen, Sun Wan-ling, mengatakan dia tidak cocok menjadi politisi, karena dia terlalu peduli dengan pekerjaan medisnya dan promosi kesehatan yang baik di Taiwan.

"Dia gila kerja, sering memberikan waktu untuk bekerja dan rapat," katanya.

Load More