Suara.com - Bayi di bawah usia dua tahun dilarang oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat untuk dipakaikan masker, sekalipun tujuannya untuk menghindari terinfeksi virus corona.
Namun larangan itu dimaksudkan karena anak berusia di bawah dua tahun belum memiliki kemampuan untuk melepas masker sendiri jika ia mengalami sesak napas.
"Yang berbahaya justru kalau kita biarkan, tanpa sepengetahuan orangtua ternyata alat pelindung menutupi jalan napas. Nanti dia sesak napas bisa meninggal," kata dokter spesialis anak Bernie Endyarnie Medise saat dihubungi Suara.com, Selasa (5/5/2020).
Sebagai pengganti masker, bayi justru dipakaikan face shield yang mirip dengan alat pelindung diri (APD) tenaga medis. Sempat ada pendapat pro kontra mengenai pemakaian tersebut karena dinilai juga akan menghambat sistem napas bayi.
Menurut Bernie, face shield masih aman digunakan bayi dengan catatan hanya pada saat kondisi mendesak.
"Kalau face shield, ya bolehlah. Mungkin saat mau pergi imunisasi, mau ketemu dokter takutnya terpapar yang lain. Masih okelah. Tapi ada kita, melihat terus posisi face shield benar nggak, jangan tiba-tiba berubah menutup jalan napas," papar Bernie.
Penggunaan face shield pun sebaiknya disiasati agar tidak terlalu lama. Bernie mencontohkan, saat anak akan imunisasi, jika nomor giliran masih lama, sebaiknya ibu dan anak tidak menunggu di tempat umum yang ramai, sehingga bayi tidak terlalu memerlukan pelindung wajah.
"Coba ibunya tanya ke suster dulu. Sudah mendekati akan dipanggil, batu datang. Tunggu dulu aja di mobil atau tempat lain. Jadi nggak lama dipakainya. 5-10 menit masih okelah. Begitu selesai, masuk mobil, sudah dilepas lagi," katanya.
Meski menutupi area depan wajah, face shield dinilai masih lebih aman daripada masker. Ini karena face shield masih ada sedikit celah di area bawah sehingga tak dikhawatirkan bayi akan kekurangan oksigen, jelas Bernie.
Baca Juga: Berhati Mulia, Mahasiswa Jember Bikin Ribuan Face Shield untuk Medis Corona
Namun, lebih baik dari itu, bayi sebaiknya tidak dibawa keluar rumah selama masa pandemi masih berlangsung.
"Kalau dia terpaksa harus pergi, misal ke dokter, tetap physical distancing. Jangan biarkan bayi terlalu dekat dengan orang lain. Setelah itu kebersihan orangtuanya, harus pakai masker, cuci tangan, jangan pegang-pegang area muka terlalu sering," jelas Bernie.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan