Suara.com - Setiap orang memiliki cara masing-masing dalam meluapkan emosi. Ada yang harus berteriak sangat keras saat marah, menangis berjam-jam ketika sedih, atau tertawa saat bahagia. Atau ada juga yang menyakiti diri sendiri, termasuk bunuh diri, jika merasa kecewa dengan suatu hal.
Kebiasaan menyakiti tubuh sendiri, bahkan terburuk bunuh diri, sebenarnya telah termasuk gangguan kejiwaan.
Dokter spesialis kejiwaan Andri, mengatakan, orang yang sering melukai diri sendiri saat merasakan emosi negatif sebenarnya sedang mengalihkan perasaan tidak nyaman.
"Sebenarnya dalam kondisi itu kita tahu bahwa ada sesuatu dalam dirinya yang nggak nyaman. Itu cara dia untuk mengurangi rasa nggak nyaman, misal berantem sama pasangan. Rasa nggak enak itu yg kadang-kadang nggak bisa ditahan," kata Andri saat talkshow bergizi bersama dokter Tompi dan dokter Arti Indira pada siaran langsung Instagram, Selasa (5/5/2020).
Hal yang sama juga dipikirkan oleh orang yang memutuskan untuk bunuh diri. Andri menjelaskan bahwa orang ingin mengurangi rasa sakit secara emosi yang dirasakannya.
"Bukan pengen mati, kalau ada cara lain selain bunuh diri, dia sebenarnya akan memilih cara itu," katanya.
Dalam ilmu psikiatri, orang yang akan melakukan bunuh diri sebenarnya sulit diprediksi, kata Andri. Hal itu bisa dilakukan kapanpun. Hal ini yang perlu diketahui oleh orang terdekat dan merupakan gejala depresi yang nampak.
"Bisa saja pagi-pagi merasa nggak nyaman, akan bunuh diri. Yang perlu diwaspadai tanda depresinya. Misalnya putus asa, mood turun. Orang itu yang perlu dikenali lingkungannya," tuturnya.
Baca Juga: Terjadi Lagi, Satu Dokter UGD Bunuh Diri Karena Tertekan oleh Pekerjaannya
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan