Suara.com - Pasien Pilih Berobat ke Luar Negeri, Dokter Indonesia Kurang Humanis?
Meski teknologi di Tanah Air sudah jauh berkembang dan setara dengan beberapa negara tetangga, tapi masih banyak masyarakat Indonesia yang lebih memilih berobat ke luar negeri.
Bahkan, beberapa pejabat juga kerap memilih berobat di luar negeri saat butuh perawatan kesehatan. Lantas apa sebenarnya penyebabnya?
Dalam sebuah penelitian berjudul 'Penyusunan Instrumen Penilaian Iklim Humanis Lingkungan Pembelajaran Klinik untuk Pengembangan Humanisme dalam pendidikan Kedokteran’, yang dilakukan oleh dr. Rita Mustika, MEpid untuk meraih gelar Doktor dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengungkapkan bahwa salah satu penyebabnya adalah kurangnya kemampuan komunikasi dokter dalam melayani pasien-pasiennya.
Hal itu menurut Rita, juga pernah diungkapkan Menteri Kesehatan Republik Indonesia periode 2014 – 2019. Sinyalemen serupa juga ditemukan di Amerika Serikat yang menunjukkan bahwa 47 persen pasien dan 42 persen dokter menyatakan pelayanan kesehatan tidak humanis.
"Dari penelitian yang saya lakukan dengan metode campuran kualitatif dan kuantitatif pada lebih dari 200 responden penelitian di Academic Health System FK-UI, ditemukan bahwa pengembangan humanisme dalam pendidikan kedokteran di Indonesia saat ini sangat dibutuhkan," kata dia dalam siaran pers yang diterima Suara.com, Selasa (5/5/2020).
Dengan demikian, pengembangan humanisme dokter harus diawali dengan membangun iklim pembelajaran yang humanis di lingkungan pembelajaran. Ia melanjutkan bahwa iklim inilah yang memengaruhi perilaku mahasiswa.
"Karena dengan berada dalam iklim pembelajaran tertentu mahasiswa dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap tertentu pula.”
Rita mengatakan, pembelajaran humanisme (kejujuran, integritas, respek, belas kasih (compassion) dan mementingkan kepentingan orang lain dibanding diri sendiri) dalam pendidikan kedokteran seringkali terkalahkan oleh ilmu biomedik dan keterampilan klinis.
Baca Juga: 6 Tips Memilih Bra Sesuai Ukuran Sebelum Belanja Online
"Pengembangan humanisme dianggap dapat terjadi begitu saja tanpa perlu proses pengajaran, namun saat ini telah disadari pentingnya pengajaran humanisme untuk menjadikan dokter profesional,"kata Rita.
Sebagai informasi penelitian ini dilakukan melalui empat tahap, yaitu penyusunan, instrumen, uji coba, penyusunan model iklim humanis lingkungan pembelajaran klinik, dan implementasi.
Tahap penyusunan instrumen meliputi telaah pustaka dan pengambilan data kualitatif melalui focus group discussion (FGD) dan wawancara mendalam dengan mahasiswa tahap profesi, dosen klinik dan pengelola pendidikan.
Selanjutnya dilakukan telaah pakar dan wawancara kognitif untuk menilai validitas isi dan struktur instrumen tersebut. Pada studi ini terdapat dua instrumen yang diuji coba yaitu Humanistic Climate Measure (H-CliM) yang dikembangkan di tahap 1 dan Integrity Compassion Altruism Respect Empathy (ICARE).
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
Terkini
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'