Suara.com - Mantan Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC, Tom Frieden, menguraikan 10 pandangannya mengenai Covid-19 pada Rabu (6/5) ketika ia berbicara di House Appropriations Committee dengan mendengarkan tanggapan pandemi.
Menurut Frieden, ia belum pernah melihat wabah sebesar yang terjadi saat ini selama dirinya bekerja di bidang kesehatan.
"Dalam 30 tahun saya di kesehatan publik, saya belum pernah melihat yang seperti ini," kata Frieden dilansir dari CNN.
Ia mengakui bahwa pandemi saat ini menakutkan dan menjadi yang pertama dalam sejarah manusia. Ia pun menyampaikan sepuluh pandangannya terkait Covid-19:
1. Covid-19 benar-benar mimpi buruk di New York City
New York memiliki kasus virus corona yang terkonfirmasi dari semua negara bagian dengan total 321.192 orang dan 25.231 kematian, menurut data Universitas Johns Hopkins. Di New York City saja, ada 173.288 kasus dengan 43.676 dirawat di rumah sakit dan 13.938 kematian dikonfirmasi.
Frieden melihat angka kematian di New York akibat Covid bahkan dua kali lebih banyak daripada hari biasa yang disebabkan penyakit lain.
2. Hanya permulaan
Frieden berpikir dunia masih dalam fase awal pandemi. Para ahli John Barry dan Marc Lipsitch ikut menulis sebuah laporan baru yang memperkirakan bahwa pandemi dapat bertahan hingga dua tahun lagi, dan mereka memperingatkan bahwa situasinya bisa jauh lebih buruk daripada apa yang telah terjadi sejauh ini.
Baca Juga: CDC Korea: Cepatnya Penyebaran Covid-19 di Perkantoran, 43 Persen Positif
3. Data adalah senjata yang sangat kuat umtuk melawan virus
Frieden menjelaskan bahwa data yang digunakan untuk memantau tren dapat membantu hentikan penularan sebelum berubah menjadi wabah. Menurutnya, data dapat membantu menghentikan wabah berubah menjadi epidemi.
Ahli epidemiologi Universitas Stanford Dr. John Ioannidis telah menemukan dari data yang muncul bahwa infeksi virus corona lebih umum daripada yang diperkirakan para ahli dan risiko kematian bagi orang rata-rata lebih rendah dari yang diproyeksikan pertama kali.
4. Kita perlu 'karantina virus'
Imbauan agar tetap tinggal di rumah telah memperlambat penyebaran virus dan meratakan kurva di negara bagian seperti New York dan California. Tapi virus terus menyebar di seluruh negara dengan sekitar 30.000 kasus baru sehari dalam hampir sebulan.
Negara-negara di AS mempertimbangkan untuk melonggarkan pembatasan wilayah, artinya mereka membuka diri terhadap peningkatan infeksi. Itu sebabnya, kata Frieden, para ahli perlu mengkarantina virus corona begitu statistik kasus mulai merata.
5. Tentukan keseimbangan
Ekonomi tidak harus mengorbankan kesehatan masyarakat. Frieden mengatakan perlu menemukan keseimbangan antara memulai kembali ekonomi dan membiarkan virusnya merajalela.
Sebuah model dari Institute for Health Metrics and Evaluation di University of Washington telah merilis angka revisi yang menunjukkan bahwa 134.000 orang Amerika bisa mati pada bulan Agustus.
6. Lindungi tim medis
"Kita harus melindungi pekerja tenaga kesehatan dan staf penting lainnya, atau pahlawan garis depan perang ini," kata Frieden.
Menurut perkiraan oleh CDC, lebih dari 9.200 petugas kesehatan telah terinfeksi virus corona. Pekerja kesehatan dan staf penting berada pada risiko terbesar, dan rumah sakit menghadapi kekurangan alat pelindung diri penting seperti masker N95 untuk melindungi mereka.
7. Lindungi orang yang paling rentan
Delapan dari 10 kematian yang dilaporkan di AS berasal dari orang tua yang berusia 65 tahun ke atas, menurut CDC. Dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dan riwayat penyakitnya seperti asma, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau diabetes berisiko lebih tinggi.
8. Pemerintah dan perusahaan swasta perlu bekerja sama
Baik pemerintah dan industri harus berkolaborasi untuk melakukan investasi besar-besaran dalam pengujian dan distribusi vaksin sesegera mungkin, kata Frieden.
Anthony Fauci, kepala Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, mengatakan bahwa pada Maret, vaksin berpotensi tersedia dalam satu tahun hingga 18 bulan. Namun, para ahli masih ragu.
Namun peneliti Pusat Keamanan Kesehatan di Universitas Johns Hopkins, Dr Amesh Adalja, tidak yakin vaksin bisa diciptakan secepat itu.
"Pengembangan vaksin biasanya diukur dalam tahun, bukan bulan," katanya.
9. Jangan mengabaikan masalah kesehatan non-Covid
Sementara pandemi telah memenuhi banyak rumah sakit dengan pasien di seluruh dunia, tidak menjadikan orang lain kebal terhadap penyakit lainnya.
Banyak prosedur elektif telah dibatalkan atau ditunda, dan pasien dengan penyakit lain menunggu dalam ketakutan ketika mereka menunda pengobatan. Banyak juga yang khawatir untuk keluar dan mengunjungi rumah sakit karena takut tertular virus.
10. Siaga adalah yang terpenting
Frieden mengatakan, tidak bisa dihindari bahwa akan ada wabah lagi di masa depan. Kedatangannya yang tiba-tiba akan membuat manusia menjadi makhluk yang kurang siap.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?