Suara.com - Seorang anggota Angkatan Laut AS yang bertindak sebagai salah satu valet pribadi Presiden Donald Trump telah dites positif virus corona Covif-19. Hal tersebut mambuat publik khawatir tentang kemungkinan paparan virus pada presiden.
Dilansir dari CNN, valet tersebut adalah anggota unit militer elit yang didedikasikan untuk Gedung Putih dan sering bekerja sangat dekat dengan Presiden dan keluarga. Trump kesal ketika dia diberi tahu pada hari Rabu (6/5/2020) bahwa pelayan pribadinya itu telah dites positif.
Presiden Trump akhirnya kembali dites Covid-19 oleh dokter Gedung Putih.
Dalam sebuah pernyataan, Gedung Putih mengonfirmasi laporan CNN bahwa salah satu staf Presiden telah dinyatakan positif.
"Kami baru-baru ini diberitahu oleh Unit Medis Gedung Putih bahwa seorang anggota Militer Amerika Serikat, yang bekerja di Gedung Putih telah dites positif virus corona," kata wakil sekretaris pers Gedung Putih, Hogan Gidley dalam sebuah pernyataan.
"Presiden dan Wakil Presiden sejak itu dites negatif untuk virus dan mereka tetap sehat," tambahnya.
Tugas valet sendiri membantu Presiden dan keluarga dengan berbagai tugas pribadi. Mereka bertanggung jawab atas makanan dan minuman Presiden di dalam maupun di luar negeri.
Valet bisa masuk ke dalam kehidupan pribadi presiden dan sering kali menjadi orang kepercayaan.
Sebuah sumber Gedung Putih mengatakan pelayan atau valet itu adalah seorang pria yang belum menunjukkan gejala pada Rabu (6/5/2020).
Baca Juga: Sri Mulyani Usul Warung Kelontong Hingga PKL Dapat Bantuan Pemerintah
Kemudian pada hari Kamis (7/5/2020), Trump mengatakan kepada wartawan bahwa dia akan dites setiap hari.
Presiden juga mengatakan, bahwa dia memiliki sedikit kontak pribadi dengan pria yang dinyatakan positif. Meskipun salah satu orang dekatnya dinyatakan positif, Gedung Putih tidak mengonfirmasi unyuk mengambil langkah jarak sosial yang diusulkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).
CDC mengatakan bahwa orang yang merasa sehat tetapi baru-baru ini melakukan kontak dekat dengan orang positif Covid-19 harus tinggal di rumah dan memantau kesehatan mereka.
Mereka harus karantina dengan tinggal di rumah sampai 14 hari setelah paparan terakhir mereka dan harus memeriksa suhu mereka dua kali sehari dan melihat gejalanya. CDC juga merekomendasikan agar mereka menjauh dari orang-orang yang berisiko lebih tinggi.
Gedung Putih tidak mengatakan apakah Donald Trump akan mematuhi pedoman itu setelah pelayannya dinyatakan positif.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?