Suara.com - Catat! Ini 7 Faktor Penentu Pasien Corona Bisa Sembuh atau Meninggal
Tiap orang yang terserang virus corona Covid-19 memiliki kondisi yang berbeda-beda. Beberapa mengalami kondisi ringan, beberapa mengalami kondisi serius atau kritis.
Banyak ahli yang menduga bahwa usia adalah faktor dominan, namun sebuah penelitian baru menemukan bahwa faktor penentu kondisi pasien Corona Covid-19 ternyata beragam.
Dirangkum dari Live Science, berikut adalah tujuh faktor yang mempengaruhi kondisi pasien Corona Covid-19:
1. Usia
Data di berbagai belahan dunia mengungkapkan bahwa mereka yang berada pada usia lanjut lebih rentan terserang virus corona daripada mereka yang masih muda.
Mereka yang berada pada usia lanjut juta berisiko mengalami Covid-19 yang lebih serius dan bahkan kematian. Hal ini disebabkan kebanyakan dari mereka juga memiliki penyakit penyerta seperti penyakit jantung dan diabetes yang memperburuk gejala Corona Covid-19.
2. Diabetes
Penyakit diabetes, terutama diabetes tipe 2, juga dikaitkan dengan Covid-19. Dalam kajian dari 13 studi yang relevan, ahli menemukan bahwa pengidap diabetes hampir 3,7 kali lebih mungkin mengalami kondisi kritis Covid-19 atau meninggal karenanya.
Baca Juga: Bisakah Bedakan Jamu Original dengan Jamu yang Sudah Dicampur Zat Kimia?
Para ahli tidak yakin apakah peningkatan kasus Covid-19 yang parah juga berlaku untuk orang dengan diabetes tipe 1. Sebuah studi sedang dilakukan untuk melihat hal ini.
3. Penyakit Jantung dan Hipertensi
Hampir sebagian besar gejala Covid-19 akan diperburuk dengan adanya penyakit jantung atau hipertensi. Di sisi lain, mengidap penyakit infeksi juga bisa merusak kesehatan jantung.
Dalam satu skenario, setelah menyerang paru-paru secara langsung, virus akan menurunkan suplai oksigen tubuh sampai pada titik jantung harus bekerja keras memompa darah yang mengandung oksigen ke seluruh tubuh.
Dan virus ini juga dapat menyerang jantung secara langsung, karena jaringannya mengandung reseptor ACE2 yang menjadi 'inang' virus ini untuk masuk ke dalam tubuh.
Selanjutnya: Merokok, Obesitas, Golongan Darah dan Faktor Genetik
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia