Suara.com - Menu lebaran identik dengan masakan bersantan, seperti opor, gulai, hingga rendang. Pastinya ini jadi bumerang bagi penderita hipertensi, karena akan membuat kolesterol naik jika tidak berhati-hati.
Jadi, bagaimana kiatnya agar tetap sehat dan jauh dari ancaman kolesterol naik saat menyantap hidangan lebaran?
Exexutive Chef Prashanti Hotel and Resorts, Chef Bahran, meminta para ibu yang memasak untuk kreatif. Alih-alih menggunakan santan, Anda bisa menggantinya dengan susu cair non fat yang banyak dijual di pasaran.
"Banyak orang yang takut karena kolesterol, tapi maunya pengen makan ketupat. Karena setelah lebaran tensi darah akan naik, supaya tetap sehat mungkin santan bisa diganti dengan susu non fat, atau opor bisa di ganti dengan soto ayam," ujar Chef Bahran beberapa waktu lalu dalam diskusi online.
Tapi bagi yang tidak bisa menyantap aneka hidangan lebaran tidak bersantan karena rasanya yang akan beda, Chef Bahran menyarankan agar tidak lupa minum teh hangat setelahnya, atau minuman lain yang bisa meluruhkan santan di dalam tubuh.
"Kalau kekeuh mau nyantap yang ada santannya, rendang dan gulai, jangan lupa minumnya teh hangat, dan jangan lupa jus ketimun dengan daun mint, dan makannya berhenti sebelum kenyang. Insyaallah sehat," tutupnya.
Sekedar informasi, pada dasarnya santan memiliki kandungan gizi yang tinggi dan bernutrisi. Sebut saja satu gelas air santan 250 miligram, mengandung 5,5 gram protein. Protein ini sangat baik untuk tubuh memperbaiki jaringan yang rusak.
Tapi masalahnya adalah kandungan lemak dalam santan per satu gelas adalah 57 gram lemak. Apalagi kandungan lemaknya berjenis lemak jenuh.
Nah, inilah yang membuat kalori di tubuh jadi berlebih karena dirangsang asupan lemak, sehingga bisa memicu kenaikan berat badan dan kolesterol naik bagi penderita hipertensi.
Baca Juga: Jadi Hidangan Lebaran, Segini Kandungan Lemak di Setiap Bagian Opor Ayam
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?