Suara.com - Achmad Yurianto: Indonesia Punya 104 Laboratorium Deteksi Spesimen Covid-19
Kasus positif Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Hal tersebut seiring dengan bertambahnya jumlah laboratorium untuk mendeteksi virus corona jenis baru tersebut.
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan total sudah ada 104 laboratorum untuk mengetes spesimen atau sampel.
"Kita dapatkan pada hari ini bawa sudah ada 69 laboratorium real time PCR yang sekarang aktif dan 35 laboratorium tes cepat molekuler yang aktif," ujar Yurianto di Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (22/5/2020).
Adapun perbedaan laboratorium PCR ialah tempat pemeriksaannya memiliki kapasitas Biosafety Level (BSL) II, yang bisa memberikan perlindungan kepada petugas yang memeriksa.
Sedangkan laboratorium cepat molekuler (TCM), adalah alat tes yang sebelumnya digunakan untuk memeriksa TBC, namun diinovasikan untuk mendeteksi Covid-19.
Ratusan laboratorium itu membuat Indonesia hingga kini sudah memeriksa 229.334 spesimen, atau sampel yang diambil dari belakang tenggorokan dan hidung mereka sebagai orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien dalam pengawasan (PDP).
"Kemudian yang kita dapatkan hasilnya sebagai berikut kasus konfirmasi Covid-19 meningkat sebanyak 634 orang. Sehingga totalnya (kasus positif) menjadi 20.796 orang," jelasnya.
Dari jumlah kasus itu didapatkan sebanyak 219 orang sudah dinyatakan sembuh. Sehingga total kesembuhan mencapai 5.057 orang.
Baca Juga: Wedang Bajigur, Minuman Tradisional Primadona di Ponorogo
"Kasus meninggal 48 orang sehingga total menjadi 1.326 orang," terangnya.
Kini sudah sebanyak 395 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia di 34 provinsi terdampak Covid-19. Bahkan jumlag ODP ada sebanyak 47.150 orang, dan PDP sebanyak 11.028 orang.
"Ini semuanya menggambarkan bahwa penularan masih terjadi bawa di luar masih terjadi. Ada kelompok masyarakat yang rentan tertular bahwa masih ada hal-hal yang kemudian memungkinkan terjadinya penularan," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh