Suara.com - Pertama Kalinya Sejak Pandemi, Tak Ada Kasus Baru Covid-19 di China
Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) melaporkan untuk pertama kalinya sejak pandemi virus Corona Covid-19 dimulai akhir tahun lalu, tidak ada kasus baru Covid-19 di China.
Pada Sabtu (23/5/2020), NHC menyebut ini adalah kabar baik sekaligus rekor untuk China, yang disebut bertanggung jawab terhadap pandemi virus yang melanda dunia saat ini.
Dilansir ABC Australia, NHC menyebut tidak ada kasus baru sebagai kemenangan besar dari empat kasus baru yang tercatat di hari sebelumnya.
Salah satu kunci keberhasilan China menekan angka penyebaran virus adalah pembatasan sosial dan karantina wilayah yang ketat sejak Maret lalu. Hal ini mencegah penyebaran virus ke berbagai daerah lain yang sulit dijangkau transportasi.
Meski begitu, ada dua kasus penyakit impor yang dicurigai terjadi di Shanghai dan provinsi Jilin.
Kasus impor memang menjadi masalah baru China, mengingat banyaknya warga China yang kembali setelah bepergian ke luar negeri. Selain provinsi Jilin, provinsi Heilongjiang juga menjadi daerah dengan kasus impor yang diwaspadai.
China juga membawa kabar baik dalam proses penelitian vaksin virus Corona Covid-19. Sebuah tim peneliti yang berbasis di China telah melaporkan tingkat keberhasilan dalam vaksin yang baru dikembangkan yang telah mencapai tahap uji klinis manusia pada saat ini.
Vaksin yang telah dikembangkan di China telah menunjukkan hasil efektif yang baik dan jika ada laporan, telah dinyatakan aman untuk digunakan juga.
Baca Juga: Virolog China Klaim Kelelawar Tapal Kuda Sebagai Inang Virus Corona
Kabar itu muncul tak lama setelah uji coba vaksin Oxford, yang merupakan pesaing kuat dalam fase pengembangan vaksin menunjukkan beberapa hasil negatif.
Laporan yang telah diajukan berdasarkan pada studi Lancet menarik pengamatan dari percobaan awal yang dilakukan pada manusia di beberapa laboratorium, berdasarkan 108 peserta yang berusia antara 18-60.
Vaksin ini dibuat dengan mutasi virus tertentu, bernama Ad5, yang secara genetik mengubah struktur protein setelah disuntikkan di dalam sel.
Setelah tubuh mengidentifikasi, virus dapat memecah molekul dan menghentikannya dari penggandaan lebih lanjut.
Studi ini juga menunjukkan bahwa injeksi vaksin mungkin dapat membantu kekebalan tubuh dan produksi sel-T juga.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah