Suara.com - Mengenakan masker kini jadi salah satu pencegahan yang terus dianjurkan guna mencegah penyebaran virus corona. Namun ternyata, ada beberapa kelompok orang yang tidak dianjurkan mengenakan masker meskipun sedang berada di tengah pandemi virus corona.
Dikutip dari Medical Daily, menurut CDC Amerika Serikat, mereka yang tidak dianjurkan pakai masker adalah anak-anak yang berada di bawah usia dua tahun.
"Penggunaan masker kain tidak dianjurkan untuk anak-anak di bawah usia dua tahun, orang yang mengalami masalah pernapasan atau tidak sadarkan diri, serta mereka yang tidak mampu atau tidak dapat melepaskan masker tanpa bantuan," tulis CDC dalam situs mereka.
Beberapa administrasi pemerintahan penerbangan belum menentukan aturan bagi balita dan bayi yang bepergian menggunakan pesawat untuk tidak mengenakan masker.
Namun, sejumlah maskapai penerbangan telah menetapkan bahwa anak-anak sebaiknya tidak mengenakan masker kapanpun mereka terbang menggunakan maskapai mereka.
Sementara bagi semua orang yang tidak termasuk daftar tersebut, sangat penting untuk tetap mengenakan masker dan mempraktikkan social distancing.
Anjuran mengenakan masker ditetapkan saat diketahui bahwa virus corona dapat menyebar antar manusia melalui droplet udara yang masuk ke dalam sistem pernapasan kita.
Sehingga, menutupi mulut dan hidung kita menggunakan masker dapat membantu mencegah kita menularkan dan tertular virud corona.
Beberapa studi dan riset juga telah mengungkapkan pentingnya mengenakan masker dalam hal ini. Seperti studi terbaru dari Hong Kong, yang menyebutkan mengenakan masker bedah dapat menurunkan penularan Covid-19 non-kontak sebanyak 75 persen, angka yang cukup tinggi.
Baca Juga: Joe Biden Sebut Donald Trump Bodoh Tak Gunakan Masker di Tempat Umum
"Benar-benar penting, kita memiliki bukti ilmiah akan seberapa pentingnya mengenakan masker untuk mencegah droplet tersebut sampai pada orang lain," kata Dr Deborah Birx, Koordinator Satgas Virus Corona Gedung Putih AS.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem