Alih-alih mengatasi masalah mental dengan gejala-gejala mereka, Hagen dan Syme mengusulkan mendekati penyakit mental dengan kemungkinan penyebabnya.
Mereka mengakui bahwa beberapa gangguan kejiwaan seperti skizofrenia cenderung bersifat genetik dan sering diwariskan dan yang lain seperti Alzheimer tampak terkait dengan penuaan.
Namun, para antropolog berpendapat bahwa beberapa kondisi mungkin merupakan ketidakcocokan antara lingkungan modern dan leluhur seperti gangguan attention-deficit atau hyperactivity yang juga dikenal sebagai ADHD.
Gangguan lain seperti depresi, kegelisahan dan PTSD bukan keturunan, terjadi pada usia berapapun dan sering dikaitkan dengan pengalaman yang mengancam.
Hagen dan Syme mengusulkan bahwa gangguan itu mungkin merupakan respons terhadap kesulitan dan berfungsi sebagai sinyal, seperti halnya rasa sakit fisik, untuk membuat orang sadar akan perlunya bantuan.
Kondisi-kondisi ini juga memengaruhi orang-orang di negara-negara berkembang secara tidak proporsional. Sebagai contoh, 1 dari 5 orang di negara-negara yang terkena dampak konflik menderita depresi.
"Sebagai antropolog, kita harus mempelajari ini lebih banyak karena beban kesehatan mental dalam populasi yang sering kita pelajari cukup tinggi," kata Hagen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia