Suara.com - Terungkap! Hasil Otopsi Mayat Buktikan Covid-19 Tak Cuma Serang Pernapasan
Para ahli patologi di Rumah Sakit Mount Sinai Amerika Serikat, telah melakukan salah satu analisis otopsi terbesar dan paling komprehensif dari para korban Covid-19. Mereka berharap bisa mengungkapkan banyak detail baru yang kompleks tentang penyakit ini.
Dilansir dari Medicalxpress, analisis mereka dirilis pada server preprint MedRxiv.
"Kontribusi penting dari patologi adalah pemahaman tentang biologi penyakit dan kisaran kerusakan organ. Untuk alasan ini, kami memutuskan tanpa kompromi melakukan sebanyak mungkin otopsi," kata para peneliti.
Penelitian tersebut disusun oleh Carlos Cordon-Cardo, MD, Ph.D, Irene Heinz Given, dan John LaPorte Given Profesor sekaligus Ketua the Lillian and Henry M. Stratton-Hans Popper Departemen Patologi.
Hingga saat ini, tim telah melakukan lebih dari 90 otopsi pada pasien Covid-19 di Rumah Sakit Mount Sinai.
Covid-19 pada awalnya dikonseptualisasikan sebagai penyakit pernapasan, tetapi analisis Mount Sinai menjelaskan secara rinci bahwa itu juga menyebabkan kerusakan pada lapisan tipis sel-sel yang melapisi pembuluh darah (endotelium).
Kondusi tersebut yang mendasari kelainan pembekuan dan hipoksia yang membuat pasien mengalami sakit parah.
"Bukti fisik yang kami pastikan melalui analisis otopsi kami membantu menjelaskan mekanisme di balik beberapa gejala klinis yang diamati oleh dokter yang merawat pasien Covid-19, termasuk tromboembolisme dan gangguan neuropsikiatri," kata Clare Bryce, MBChB.
Baca Juga: Mantan Meledek karena Pakai Foto Citra Kirana, Elly Sugigi Santai
Paru-paru di hampir semua kasus menunjukkan kerusakan difus pada alveoli, kantung kecil tempat oksigen dan karbon dioksida dipertukarkan dengan darah.
Kerusakan ini merupakan bukti mikroskopis khas sindrom pernafasan pernapasan akut klinis (ARDS), dengan sebagian besar kasus menunjukkan fibrin dan trombus trombosit atau gumpalan dengan berbagai tingkat.
Temuan dalam seri otopsi secara keseluruhan menunjukkan adanya pembekuan darah di berbagai sistem organ, terutama otak, ginjal, dan hati.
Sementara itu, otak yang diperiksa menunjukkan peradangan yang mengejutkan.
Sejumlah kasus menunjukkan microthrombi dengan bukti kematian jaringan kecil dan tidak merata yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah baik di bagian perifer maupun dalam otak. Hal tersebut dapat menjelaskan beberapa perubahan psikologis yang terlihat pada beberapa pasien positif Covid-19.
Studi ini menawarkan pembenaran untuk rencana perawatan baru, termasuk strategi antikoagulan yang diberlakukan di Rumah Sakit Mount Sinai.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial