Suara.com - Kabar Baik, Dokter Italia Sebut Virus Corona Melemah & Tak Lagi Mengancam
Peneliti hingga kini masih terus mempelajari dan mencari tahu perkembangan dari virus corona atau Covid-19.
Di tengah kabar jumlah pasien yang masih terus meningkat, ada sedikit kabar baik yang memberi harapan.
Seorang dokter senior di Italia menyebut bahwa virus corona baru Covid-19 kini kehilangan potensinya dan tidak lagi terlalu mengancam.
Setelah menginfeksi ratusan ribu dan membunuh sebagian besar dari pasien hanya dalam beberapa bulan, tidak keliru untuk mengatakan bahwa virus corona baru di belakang pandemi ini benar-benar mematikan.
Penelitian yang sedang berlangsung terus mengungkapkan semua cara yang dapat menginfeksi orang-orang dari segala usia.
Dan salah satu negara yang mempelajari hal ini dengan susah payah adalah Italia, yang mengalami salah satu korban tewas tertinggi yang pernah tercatat untuk pandemi.
Namun, ketika kita memulai paruh kedua tahun ini, seorang dokter top Italia baru-baru ini menyatakan bahwa virus itu kini mulai melemah dan sebenarnya tidak terlalu mengancam.
“Pada kenyataannya, virus secara klinis tidak ada lagi di Italia. Tes yang dilakukan selama 10 hari terakhir menunjukkan viral load secara kuantitatif yang benar-benar sangat kecil dibandingkan dengan yang dilakukan sebulan atau dua bulan yang lalu, ”kata Alberto Zangrillo, kepala Rumah Sakit San Raffaele di Milan di wilayah utara dari Lombardy, dilansir dari Medical Daily.
Baca Juga: Kembali Muncul di Hadapan Publik, Ratu Elizabeth Tampil Naik Kuda Poni
Menurut catatan, 33.415 orang di Italia telah meninggal sejak wabah muncul pada 21 Februari 2020.
Hal itu membuat negara tersebut memiliki angka kematian tertinggi ketiga Covid-19 di dunia. Selain itu, ia juga memiliki penghitungan global tertinggi keenam dari 233.019 kasus.
Namun, sejak awal Mei, infeksi dan kematian telah menurun dengan signifikan.
Bahkan mereka melangkah lebih jauh untuk melonggarkan beberapa tindakan penguncian.
Selain itu, Zangrillo juga mengatakan bahwa beberapa ahli terlalu khawatir tentang potensi gelombang kedua. Ia yakin Italia akan segera beroperasi kembali secara normal.
“Kekuatan virus itu dua bulan lalu bukanlah kekuatan yang sama dengan yang dimiliki saat ini. Jelas bahwa hari ini penyakit COVID-19 berbeda,” kata Matteo Bassetti, kepala klinik penyakit menular di rumah sakit San Martino di kota Genoa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?