Suara.com - IDAI Ingatkan Pentingnya Tes Hipotiroid Kongenital Pada Bayi Baru Lahir
Sebelum mendapatkan ASI dan imunisasi untuk mengoptimalkan masa pertumbuhan, bayi baru lahir baiknya diharuskan untuk menjalani pemeriksaan hipotiroid kongenital.
Pemeriksaan itu dilakukan untuk mencegah anak kekurangan hormon tiroid yang bisa menyebabkan kerusakan pada otak.
Sayangnya masyarakat Indonesia belum waspada terhadap hipotiroid kongenital karena merasa anaknya lahir dalam kondisi sehat.
"Menurut saya kurangnya kewaspadaan masyarakat terhadap hipotiroid kongenital. Banyak yang sudah ketahuan anaknya hipotiroid tapi gak mau datang (ke rumah sakit). Katanya anaknya baik-baik saja," kata Konsultan Endokrinologi anak Dr. Frida Soesanti, SP.A(K) dari Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo (RSCM) dalam siaran langsung di Instagram IDAI, Selasa (2/6/2020).
Gejala hipotiroid kongenital memang tidak langsung terlihat ketika bayi baru lahir, kata Frida. Namun akan semakin nampak seiring bertambahnya usia bayi.
Ia menyampaikan, bayi seharusnya menjalani pemeriksaan hipotiroid kongenital dengan pengambilan sampel darah saat masih berusia 48 jam hingga 72 jam.
"Kalau lewatnya adalah satu bulan sudah bisa timbul gejala. Anaknya minumnya gak begitu bagus, mukanya berubah, nangisnya kasar, buang air besar susah. Bayi biasanya kan buang air besar 5-6 kali sehari tapi ini 5 hari sekali," tuturnya.
Bila gejala itu sudah terjadi artinya otak bayi telah mengalami kerusakan. Konsekuensi jangka panjangnya menyebabkan IQ bayi akan menurun.
Baca Juga: Sekeluarga di Tambora Jenuh Diisolasi di Musala: Tolong, Beri Kami Kegiatan
"Tadinya IQ nya bisa 110-120 turun jadi 60-an. Banyak pasien kita di RSCM yang datang terlambat, di atas (usia) satu tahun batu datang," katanya.
Frida menyarankan, pemeriksaan hipotiroid kongental sebaiknya dilakukan di rumah sakit rujukan khusus.
Seperti RSCM di Jakaryt, RS Hasan Sadikin di Bandung, RS Soetomo di Surabaya, atau RS Wahidin Sudiro di Makassar.
"Kalau hampir semua puskesmas di Jakarta sudah bisa skrining hipotiroid kongenital lalu nanti darahnya dikirim ke RSCM. Kalau hasilnya positif akan dikasih tahu dan ini harus dicari anaknya sampai dapat. Karena begitu positif petugas kita make sure anaknya hipotiroid atau tidak," jelasnya.
Jika usia bayi telah lewat dari 72 jam dan belum melakukan pemeriksaan hipotiroid kongenital dan belum menimbulkan gejala, menurut Frida tetap boleh melakukan skrining. Namun sarannya, skrining dilakukan langsung di rumah sakit rujukan hipotiroid kongenital.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan
-
Susu Creamy Ala Hokkaido Tanpa Drama Perut: Solusi Nikmat buat yang Intoleransi Laktosa
-
Tak Melambat di Usia Lanjut, Rahasia The Siu Siu yang Tetap Aktif dan Bergerak