Suara.com - Meski di masa pandemi, imunisasi tetap harus dilakukan agar anak bisa terlindungi dari penyakit berbahaya dan menular.
Terlebih bayi baru lahir hingga usia 18 bulan, mereka wajib menjalani imunisasi sesuai jadwal.
Nah, yang jadi masalah kebanyakan orangtua, bayi sering kali demam usai diberikan vaksin.
Lalu, orangtua langsung panik dan membawanya ke dokter. Padahal tidak harus seperti itu.
Dokter Spesialis Anak, dr. Attila Dewanti, Sp.A(K) mengatakan demam yang terjadi mungkin disebabkan reaksi dari vaksinasi, mengingat demam adalah cara tubuh melindungi diri dari kehadiran benda asing.
"Nah, kalau demam cuman anget-anget aja nggak usah khawatir di rumah cukup berikan banyak minum saja tidak perlu pakai obat dulu, banyak minum aja," kata dr. Attila dalam diskusi Instagram Live @kenapaharusvaksin, Jumat (5/6/2020).
Air diberikan pada anak yang sudah lewat 6 bulan, dan sudah tahap MPASI.
Tapi untuk anak yang masih di bawah 6 bulan, maka cukup oleh ibu diberikan ASI yang cukup, maka dengan sendirinya demam akan turun.
Ia melanjutkan, kasusnya akan beda jika anak mengalami demam tinggi, "Kalau panas tinggi juga nggak usah khawatir, berikan aja nama generiknya paracetamol, ada bentuknya segala macam nama di luar sana beli aja pokoknya di rumah tuh harus punya persiapan parasetamol," terangnya.
Baca Juga: Virus Corona: Program Imunisasi Tersendat, 80 Juta Anak Berisiko Meninggal
Sedangkan untuk dosis, orangtua bisa memberikan pada anak 10 miligram per kilogram berat badan anak.
"Misalnya anak beratnya 10 kilogram jadi gampang, 10 dikali 10 miligram, jadi 100 miligram, berarti 1 cc satu paket," jelasnya.
Gejala demam tinggi pertama kali juga bisa jadi pembelajaran, sehingga di bulan berikutnya kata dr. Attila orang tua bisa memberikan paracetamol sebelum anak disuntik vaksin.
"Bulan depan nggak usah takut, tetep aja vaksin sesuai jadwal, tetapi untuk mencegah supaya nggak demam tinggi (hanya untuk demam tinggi), boleh sebelum vaksin diberikan paracetamol lagi sebelum berangkat ke dokter itu nggak papa," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat