Health / Konsultasi
Sabtu, 06 Juni 2020 | 13:08 WIB
Ilustrasi sarung tangan (Pixabay/Alexas_Fotos)

Suara.com - Virus corona Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 28 ribu orang di Indonesia. Jumlah orang meninggal akibat Covid-19 pun masih terus bertambah.

Seorang ahli, Dr Chris Steele pun membagikan saran untuk menurunkan risiko infeksi virus corona Covid-19, salah satunya seseorang harus menghindari memakai sarung tangan lateks maupun kain.

Dr Chris mengingatkan bahwa pemakaian sarung tangan sekali pakai tidak akan membantu melindungi kita dari virus corona Covid-19.

Karena, virus corona Covid-19 tidak akan menembus kulit. Jika, tangan Anda sudah terkontaminasi virus, maka tak ada gunanya memakai sarung tangan.

Selain itu, melepas sarung tangan ketika tiba di rumah setelah berpergian justru meningkatkan risiko penyebaran virus corona ke permukaan lain di rumah.

Ilustrasi sarung tangan dan masker (Pixabay)

Anda cukup membersihkan tangan atau mencuci tangan selama 20 detik sesuai saran ahli kesehatan. Karena, cara inilah yang paling efektif mencegah penyebaran virus corona.

"Saya tidak mengerti alasan orang memakai sarung tangan. WHO justru tidak menyarankan penggunaan sarung tangan. Seseorang cukup mencuci tangan dengan benar sebagai cara paling efektif," kata Dr Chris dikutip dari Express.

Meski begitu, Dr Chris mengatakan hanya ada satu manfaat dari penggunaan sarung tangan di tengah pandemi virus corona Covid-19. Seseorang menjadi lebih sadar untuk tidak menyentuh area wajah.

"Percayalah sarung tangan yang sudah digunakan itu terkontaminasi virus. Jadi, melepasnya bisa menjadi cara penyebaran virus corona ke area lain. Karena virusnya tidak menembus kulit, kamu tetap harus mencuci tangan ketika tiba di rumah," jelasnya.

Baca Juga: Peneliti: Obat Asam Lambung Bisa Atasi Virus Corona Covid-19 dalam 48 Jam

Dr Chris juga menyarankan semua orang selalu membawa hand sanitizer ketika berpergian untuk membersihkan tangannya. "Saya menggolongkan semua orang berpotensi terinfeksi dan mengklasifikasikan setiap permukaan berpotensi terkontaminasi," tuturnya.

Load More