Suara.com - Berita kesehatan menarik hari ini diawalin oleh kabar baik dari Ingris, di mana peneliti dari Oxford University menemukan bahwa penggunaan obat deksametason bermanfaat mengurangi risiko kematian pasien Covid-19.
Ada juga risiko penyakit yang mengintai Anda jika mengalami air kencing yang berbau busuk.
Simak berita kesehatan menarik lainnya yang dihimpun Suara.com, Rabu (17/6/2020).
1. 5 Fakta Deksametason, Obat Covid-19 Pertama yang Sembuhkan Pasien Kritis
Sebuah kabar baik di tengah pandemi datang dari Inggris, tepatnya dari Oxford University, yang berhasil menemukan deksametason atau dexamethason sebagai obat Covid-19 yang menyembuhkan pasien dalam kondisi kritis.
Berita ini bagai angin segar di masa penuh ketidakpastian saat ini. Menyusul berhasilnya uji klinis awal yang dilakukan para peneliti Inggris dengan menurunkan (risiko kematian) mortalitas hingga seperlima pasien yang menggunakan alat bantu pernapasan atau ventilator.
2. Temukan Deksametason Obat Covid-19, WHO Ucapkan Selamat ke Inggris
Sebuah temuan heboh sekaligus menggembirakan disambut baik oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO terhadap uji klinis awal di Inggris tentang deksametason, kortikosteroid yang diklaim bisa menyelamatkan jiwa pasien kritis penderita Covid-19.
Baca Juga: Apa Itu Dexamethasone, Obat Murah yang Dipercaya Manjur Sembuhkan Covid-19?
Mengutip situs WHO, Rabu (17/6/2020) obat tersebut dipercaya ampuh mengobati pasien kritis Covid-19 yang menggunakan ventilator atau alat bantu pernafasan.
3. Air Kencing Berbau Busuk, Waspadai 5 Tanda Penyakit Ini
Tidak hanya dari warnanya, kencing berbau juga bisa menjadi tanda ada yang tidak beres dengan kesehatan Anda.
“Biasanya urine memiliki bau sendiri, tetapi jika Anda terhidrasi dengan baik maka itu tidak terlalu menyengat. Sebaliknya, jika Anda mengalami dehidrasi maka bau ini menjadi lebih kuat setelah setiap jam berlalu — tetapi itu tidak berbahaya, ”kata Dr Veena Aurangbadwala, seorang ginekolog di Rumah Sakit Zen, Mumbai
Tag
Berita Terkait
-
Waspada! Menkes Sebut Campak 18 Kali Lebih Menular dari COVID-19, KLB Mengancam Sejumlah Wilayah
-
Cerita Dokter Perang Lawan Mitos, Air Kencing Bisa Sembuhkan Sakit Mata: Merusak Otak
-
Jejak Kasus Masriah Penyiram Tinja ke Rumah Tetangga: Sebulan Dibui, Akhirnya Kini Bebas
-
Emak-emak Penyiram Air Kencing dan Tinja Akhirnya Dipenjara, Viral Warga Setempat Gelar Syukuran
-
6 Fakta Masriah: Emak-emak Penyiram Air Kencing dan Tinja ke Tetangga Sejak 2017
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026