Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO bekerjasama dengan tokoh kartun komedi dunia, Mr Bean untuk mengedukasi publik mengenai pandemi Covid-19 melalui program Public Service Announcement (PSA).
'Mr Bean's Essential Covid-19 Checklist' nantinya akan mengingatkan publik tentang pentingnya jaga jarak fisik, mencuci tangan, dan menyebarkan informasi penting kepada orang lain.
Sebelumnya, sosok Mr Bean sempat menuai kritik karena dianggap mengajarkan hal-hal bodoh kepada anak-anak.
PSA Ini akan menampilkan karakter Mr Bean dengan mimiknya yang lucu yang diiringi dengan tips penting agar orang terhindar dari infeksi Covid-19 yang telah menginfeksi lebih dari 9,1 juta jiwa di dunia.
"Covid-19 memengaruhi setiap sendi kehidupan manusia, dan kita perlu menggunakan segala alat dan media yang dimiliki untuk berbagi informasi yang bisa menyelamatkan jiwa banyak orang di seluruh dunia," ujar Direktur Jenderal WHO, Dr Terdros Adhanom Ghebreyesus, mengutip situs WHO, Selasa (23/6/2020).
"Saya berterimakasih kepada atas dukungan dari tim Mr Bean karena meminjamkan suara dan kemampuan untuk menyebarkan saran penting tentang jarak fisik, kebersihan, dan gejala penyakit," sambungnya.
PSA sendiri diisi langsung oleh pengisi suara Mr Bean, Rowan Atkinson sebagai pencipta Mr Bean, berkarakter anak tapi perawakan dewasa, yang dibuat saat di Oxford University Oxford bersama pembuat film Richard Curtis.
Iklan layanan masyarakat ini akan dikerjakan dibawah koordinasi Project Everyone, sebuah agen nirlaba yang dibuat oleh Richard Curtis yang bekerja di bawah PBB.
"Kami senang dapat bekerjasama dengan WHO untuk sketsa Mr Bean ini dan memberikan pesan kesehatan seputar Covid-19," ujar Richard Curtis.
Baca Juga: Aksi Pemuda Ini Undang Tawa, Kelakuannya Mirip Mr Bean
Richard percaya jika semua sektor terlibat, termasuk pekerja kreatif untuk menghentian wabah Covid-19, masyarakat dunia bisa menghadapinya dan kembali bangkit seperti sediakala.
"Kuncinya adalah bahwa kami sebagai pekerja kreatif dan semua sektor bersatu untuk memberikan pesan tentang bagaimana menangani Covid-19 dan membuat dunia kembali bangkit menjadi lebih baik," tutup Richard.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut