Suara.com - Virus Corona Covid-19 bisa menyerang siapa saja tanpa terkecuali, termasuk para staf Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Dilansir Anadolu Agency, PBB pada Selasa (24/6/2020) mengumumkan bahwa 28 stafnya meninggal dunia akibat Covid-19.
Dalam sebuah pernyataan, Direktur Layanan Informasi PBB Alessandra Vellucci mengatakan total staf yang terinfeksi virus korona mencapai 1.140 orang pada 21 Juni.
Sejak pertama kali muncul di Wuhan, China, pada Desember lalu, virus korona telah menyebar ke setidaknya 188 negara dan wilayah.
Data real time Worldometers pukul 08.32 WIB pada Rabu (24/6/2020) menunjukkan angka total kasus berjumlah 9.352.725 orang, yang tersebar pada 213 negara dan teritori.
Sementara, angka kesembuhan meningkat menjadi 5.014.170 orang. Sedangkan angka kematian bertambah 829 kasus, menjadi total 479.778 orang.
Belanda mencatat nol kematian sejak negaranya didera virus corona pada bulan Maret. Menyadur Daily Mail, hal ini adalah pertama kalinya dan terjadi dalam hitungan 24 jam terakhir.
"Tak ada laporan kematian," tulis Institut Nasional untuk Kesehatan Masyarakat (RIVM) Belanda di situs webnya.
Belanda berada pada posisi ke-28 dengan kasus terbanyak, satu tingkat di atas Indonesia. Jumlah kasus yang tercatat di negara Kincir Angin tersebut mencapai 49.722 orang per Rabu (24/6).
Pemerintah Singapura melaporkan penambahan kasus baru virus Corona Covid-19 pada Selasa (23/6). Dilansir Anadolu Agency, Singapura melaporkan 119 kasus baru Covid-19, menjadikan total keseluruhan kasus sejumlah 42.432.
Baca Juga: PBB Soroti Buruknya Koordinasi Antar Negara Menangani Covid-19
Kementerian Kesehatan Singapura menyampaikan sebagian besar kasus merupakan pemegang izin kerja yang tinggal di asrama.
Sementara itu, jumlah pasien positif virus corona Indonesia terus melonjak sampai 23 Juni 2020. Jumlah pertambahannya masih menyentuh ribuan orang.
Selama 24 jam ada penambahan kasus postif sebanyak 1.041 orang. Ribuan orang ini menambah kasus positif virus corona secara akumulatif sejak kasus pertama menjadi total 47.896 orang.
Dari jumlah itu, ada tambahan 35 orang meninggal sehingga total menjadi 2.535 jiwa meninggal dunia.
Kemudian, ada tambahan 506 orang yang sembuh sehingga total menjadi 19.241 orang lainnya dinyatakan sembuh.
Berita Terkait
-
RI Gabung Dewan Perdamaian Inisiasi Trump, DPR Beri 4 Catatan: Dari Geopolitik Hingga Dana Rp16 T
-
Trump Ajak Negara di Dunia Gabung Dewan Saingan PBB, Diduga Jadi 'Alat Politik Baru' AS
-
Indonesia di Kursi Puncak Dewan HAM PBB, Rekam Jejak Diperdebatkan?
-
Seruan Boikot Piala Dunia 2026 Menggema, FIFA Gak Berani Bersuara
-
Diplomasi vs Realitas: Menakar Nyali Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan