- Donald Trump meluncurkan Board of Peace (BoP) untuk mengambil alih penanganan krisis Jalur Gaza, namun strukturnya kontroversial.
- Piagam BoP mengusulkan Trump sebagai ketua seumur hidup dan menetapkan biaya keanggotaan permanen lebih dari US$ 1 miliar.
- Inisiatif ini dikhawatirkan merusak wewenang PBB, meskipun beberapa negara seperti Maroko telah menyatakan kesediaan bergabung.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memicu gelombang diskusi diplomatik besar dengan meluncurkan inisiatif internasional bernama Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Badan ini dirancang untuk mengambil alih penanganan krisis di Jalur Gaza, namun menuai sorotan tajam karena strukturnya yang dinilai tidak lazim dan berpotensi menggerus wewenang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Hingga pekan ini, undangan resmi telah dikirimkan ke sekitar 60 negara. Norwegia, Belanda, Slovenia, dan Maroko telah mengonfirmasi penerimaan dokumen tersebut.
Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Store, menyatakan kehati-hatiannya dalam meninjau relevansi peran negaranya, sementara Raja Mohammed VI dari Maroko telah menyatakan kesediaannya untuk bergabung.
Berdasarkan laporan Reuters, piagam Board of Peace ini mencakup poin-poin yang kontroversial. Trump diusulkan menjadi ketua dewan tersebut seumur hidup.
Selain itu, keanggotaan negara peserta dibatasi hanya tiga tahun, kecuali jika negara tersebut bersedia membayar komitmen lebih dari US$ 1 miliar untuk mendapatkan status anggota permanen.
Gedung Putih menyebut skema ini sebagai bentuk pembuktian komitmen nyata bagi negara-negara yang peduli terhadap stabilitas keamanan global.
Namun, para diplomat di New York menjuluki inisiatif ini sebagai "PBB ala Trump," yang dikhawatirkan akan memarginalisasi peran badan-badan internasional tradisional yang sudah ada.
Meski sarat kontroversi, beberapa pemimpin dunia menunjukkan respons beragam:
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Tipis, Setelah AS Batal Serang Iran
- Italia & Kanada: Perdana Menteri Giorgia Meloni dan Mark Carney mengisyaratkan kesiapan untuk berkontribusi, terutama dalam penanganan krisis Gaza yang mandatnya telah disahkan Dewan Keamanan PBB hingga 2027.
- Prancis & Jerman: Para pemimpin negara-negara utama Eropa ini juga masuk dalam daftar undangan, namun tetap dalam posisi mengkaji dampak jangka panjang terhadap kedaulatan PBB.
Langkah diplomasi ini berjalan beriringan dengan isu panas di Arktik. Laporan dari harian Denmark, Berlingske, mengungkap adanya operasi intelijen terselubung AS sepanjang tahun 2025 untuk memetakan infrastruktur militer di Greenland tanpa izin resmi Kopenhagen.
Situasi ini menciptakan latar belakang yang kontras antara upaya perdamaian di Timur Tengah dengan ketegangan strategis bersama sekutu di Eropa Utara.
Board of Peace diproyeksikan menjadi badan yang lebih agresif dibandingkan lembaga diplomasi konvensional, ditambahh PBB ala Trump ini cenderung pro Israel.
Rencananya mencakup pembentukan administrasi internasional sementara di Gaza dan pengerahan pasukan stabilisasi lintas negara.
Meski demikian, absennya perwakilan dari pihak Palestina dalam daftar tokoh yang ditunjuk menjadi anggota dewan menjadi kritik utama.
Seorang pejabat senior PBB memperingatkan bahwa meragukan peran PBB sebagai satu-satunya lembaga pemersatu bangsa dapat membawa dunia ke dalam masa-masa sulit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan