Suara.com - Seorang terapi kanker menjelaskan vitamin B12 bisa diperoleh dari asupan makanan produk hewani dan penyerapannya tergantung pada lambung yang asam.
"Kekurangan vitamin B12 paling sering diakibatkan dari kurangnya penyerapan, bukan asupan dari vitamin B12 dalam makanan," katanya dikutip dari Express.
Ia juga menjelaskan kekurangan vitamin B12 bisa menyebabkan manifestasi hematologis yang meliputi anemia megaloblastik, diatesis perdarahan dan infeksi opotunistik yang dikenal sebagai neutropenia.
Pada seseorang yang menderita defisiensi vitamin B12 dan neutropenua, artinya mereka memiliki jumlah sel yang biasanya dikenal sebagai neutrofill rendah.
Neutrofil adalah sel-sel dalam sistem kekebalan yang menyerang bakteri dan organisme lain untuk menyerang tubuh. Neutrofil adalah jenis sel darah putih yang diciptakan oleh sumsum tulang.
Dalam beberapa kasus, seseorang akan mengetahui dirinya mengalami neutropenua ketika melakukan tes darah karena alasan yang tidak berhubungan.
Biasanya, kondisi ini sering terlihat melalui hasil kemoterapi untuk mengobati kanker. Tapi, beberapa orang mungkin mengalami gejala lain dari infeksi atau masalah kesehatan mendasar yang menyebabkan neutropenia.
Infeksi dapat terjadi sebagai komplikasi dari neutropenia dan paling sering terjadi pada selaput lendir, seperti bagian dalam mulut dan kulit. Infeksi ini bisa muncul sebagai bisul, abses, ruam dan luka yang membutuhkan waktu lama untuk sembuh.
Neutropenia terjadi karena neutrofil digunakan atau dihancurkan lebih cepat dari yang dihasilkan atau sumsum tulang tidak menghasilkan cukup neutrofil.
Baca Juga: Penelitian Terbaru: Sinar Matahari Bisa Bunuh Virus Corona dalam 34 Menit
Menurut Klinik Cleveland, neutropenia bisa disebabkan oleh hepatitis, TBC, sepsis, penyakit lyme, obat-obatan kemoterapi, kanker darah hingga penyakit autoimun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak