Suara.com - Tanpa disadari, mikroplastik telah mengontaminasi banyak buah dan sayuran yang bisa memengaruhi kesehatan. Hal inilah yang perlu kita perhatikan ketika mengonsumsi buah dan sayuran.
Menurut Maria Westerbos dalam Journal of Environmental Research, apel adalah buah yang paling terkontaminasi oleh mikroplastik. Sedangkan wortel termasuk golongan sayuran yang paling banyak terkontaminasi.
"Selama bertahun-tahun kami telah mengetahui tentang plastik pada krustasea dan ikan. Tetapi, ini adalah pertama kali kami mengetahuinya dalam sayuran," jelas Maria Westerbos dikutip dari Express.
Jika mikroplastik itu mengontaminasi sayuran, artinya segala sesuatu yang kita makan juga terkontaminasi plastik, seperti daging atau produk susu.
Laporan tentang mikroplastik pada buah dan sayur ini pun menyerukan peninjauan terhadap efek dari mikroplastik terhadap kesehatan.
Sementara itu, studi kedua dalam jurnal Nature Sustainability menemukan plastik yang disedot dengan air melalui sistem akar tanaman pangan.
Para peneliti menemukan mikroplastik menembus akar tanaman selada dan gandum. Kemudian mikroplastik diangkut ke bagian tanaman yang bisa dimakan di atas permukaan tanah.
Sayuran akar seperti wortel, lobak dan sayuran berdaun seperti selada adalah kelompok sayuran yang paling berisiko terkontaminasi mikroplastik.
Selama beberapa dekade, para ilmuwan percaya partikel plastik terlalu besar untuk melewati penghalang jaringan tanaman. Tapi, temuan baru ini menimbulkan keraguan serius atas keamanan makanan yang kita konsumsi.
Baca Juga: WHO: Butuh Waktu Lebih Lama Hingga Vaksin Virus Corona Tersedia, Kenapa?
"Diet lima hari mikroplastik dan bahan kimia beracun bukanlah yang diperintahkan oleh Dokter. Saya meminta penyelidikan segera tentang bahaya racun mikroplastik untuk kesehatan," jelas Sian Sutherland, salah satu pendiri kelompok kampanye lingkungan A Plastic Planet.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia