Suara.com - Beberapa orangtua kerap membiarkan anak-anak menyaksikan tayangan atau video baik di televisi atau melalui platform video tanpa memerhatikan durasi.
Padahal pada anak-anak yang masih berusia di bawah delapan tahun, kegiatan menonton tayangan apa pun perlu dibatasi.
Hal tersebut diucapkan Psikolog anak dari Tiga Generasi, Saskhya Aulia Prima M.Psi. Kata Saskhya, anak usia dua tahun ke bawah sebenarnya tidak disarankan diberi tontonan apa pun.
"Karena orangtua perlu tahu perkembangan otak anak. Usia itu perkembangan otak anak terjadi sangat cepat, jadi lebih bagus koneksi di dapat dari komunikasi langsung. Baru dari usia 18 bulan ke atas boleh video call," kata Saskhya saat siaran langsung Instagram dengan Mother & Baby, Senin (6/7/2020).
Setelah anak berusia dua tahun, anak mulai boleh diberikan tontonan tetapi dengan durasi terbatas.
"Sebenarnya usia dua sampai lima tahun (durasi tontonan) satu hari, satu jam. Kalau enam sampai delapan tahun biasanya dua jam. Karena kalau dikasih lebih dari tiga jam bisa menghambat perkembangan anak," jelasnya.
Ia menyarankan, anak sebaiknya diberi tontonan secara berkala. Sehingga waktu satu atau dua jam bisa dibagi dalam beberapa waktu. "Cari durasi tontonan yang tidak terlalu panjang," katanya.
Tak hanya tentang durasi, kualitas tontonan juga harus disesuaikan dengan usia anak. Ia mengatakan bahwa anak mampu menirukan apa pun yang ia saksikan. Sehingga jenis tontonan harus diperhatikan.
"Tapi yang paling bagus kalau orangtuanya mendampingi," tutup Saskhya.
Baca Juga: Hati-hati, Anak Bisa Patah Hati ke Orangtua karena Hal Sepele Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi