Suara.com - Orangtua kerap merasa khawatir mengenai perkembangan kemampuan anak. Kemampuan seperti merangkak, berjalan, tumbuh gigi, hingga bicara selalu dibandingkan antara satu anak dengan anak lainnya.
Tapi kapan sih, tepatnya orangtua harus merasa khawatir dengan masalah tumbuh kembang anak?
Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, Dr. Roy Dwi Indra, Sp.KFR mengatakan tidak semua keterlambatan tumbuh kembang anak harus dikonsultasikan ke dokter.
Kata Roy, penting untuk melihat lebih dulu respon refleks pada anak.
"Bila terlambat memang gak semua yang terlambat itu langsung dikonsulkan ke dokter anak, tapi kalau ada unrefleks (tidak ada refleks), maka sebaiknya dikonsulkan ke dokter," ujar Dr. Roy dalam diskusi Webinar Eka Hospital Group, Senin (6/7/2020).
Untuk melihat refleks ini, orangtua bisa melakukannya dengan tes simulasi misalnya menangkap bola, respon bicara, berteriak, hingga menangis saat kesakitan.
"Bisa mau sementara di rumah bisa simulasi, tapi peru diberikan konsultasi jika perkembangan tidak menunjukkan perubahan maka sebaiknya konsultasikan," terangnya.
Senada dengan jawaban tersebut, psikolog Siti Sa'diah Syam, M.Psi mengingatkan refleks harus dilihat dari cara anak merespon bahaya.
Saat gerak anak melambat, dimana seharusnya ia cekatan, maka keterlambatan ini jangan dianggap ringan.m"Paling tidak apa salahnya konsultasikan itu, paling stimulus terus di rumah. Apalagi sebulan, dua bulan tidak ada perubahan, sebaiknya di bawa ke dokter," terang Sa'diah.
Baca Juga: Hati-hati, Anak Bisa Patah Hati ke Orangtua karena Hal Sepele Ini
"Kalau di dekat rumah ada tim pemantauan tumbuh kembangnya bisa dibawa, jadi pemeriksaan lebih menyeluruh, tidak hanya fisik tapi psikis, apalagi timnya lengkap itu lebih membantu sih," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini