Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Selasa, 07 Juli 2020 | 15:20 WIB
Ilustrasi rumah sakit. (Shutterstock)

Suara.com - Para ilmuwan memperingatkan bahwa pasien virus corona Covid-19 bisa menderita gejala yang menyakitkan selama berbulan-bulan. Beberapa orang yang dikenal sebagai "long hauler" pun telah melaporkan perjuangannya dalam melawan virus corona.

Gejala yang paling umum untuk menggambarkan kondisi "long hauler" ini adalah kelelahan yang melumpuhkan. Tetapi, pasien lain juga mengalami sakit otot dan kesulitan berkonsentrasi.

Kondisi ini diketahui setelah para ahli mengklaim pasien virus corona Covid-19 mungkin akan kehilangan indra penciuman dan perasa secara permanen.

Tapi, Matt Hancock, sekretaris kesehatan mengatakan sulit mengetahui skala sesungguhnya masalah ini.

"Ini adalah masalah yang sangat serius bagi sebagian kecil orang yang terinfeksi virus corona Covid-19. Beberapa orang memiliki efek jangka panjang yang terlihat seperti sindrom kelelahan," jelas Matt Hancock dikutip dari The Sun.

ilustrasi pasien virus corona (Shutterstock)

Para ilmuwan pun berusaha menyelidiki penyebab potensial masalah ini. Tetapi, kemungkinan ada penyebab khusus yang membuat beberapa orang melalui masa pemulihan sangat lama.

Contohnya, Peggy Goroly dari New York yang terus menderita kelelahan dan sesak napas sejak pertama kali didiagnosis positif virus corona Covid-19 pada April 2020.

Peggy melalui 100 hari untuk berjuang sejak pertama kali merasakan gejala virus corona. Kemudian ia dites kembali dengan hasil negatif, tetapi membuatnya jadi kebingungan.

"Aku mencoba menceritakan kondisiku untuk memberi tahu bahwa ini bukan main-main. Aku benar-benar masih sakit, tapi orang tidak bisa mengerti," jelas Peggy.

Pada awal pandemi virus corona, para ahli telah menyarankan semua orang yang mengalami gejala virus corona Covid-19 harus mengarantina diri selama 14 hari.