Health / Women
Selasa, 07 Juli 2020 | 15:52 WIB
Ilustrasi marah tanda kesehatan mental terganggu. (Shutterstock)

Suara.com - Sering marah-marah karena hal kecil? Waspada, bisa jadi kesehatan mental Anda sedang terganggu.

Ya, pakar mengatakan sensitif dan marah-marah merupakan tanda awal masalah kejiwaan.

"Iritabilitas merupakan gejala adanya masalah kesehatan mental, terutama pada gangguan kecemasan dan depresi," tutur Kate Renshall, psikolog yang berbasis di Sydney, dilansir ABC Australia.

Ia mengatakan gangguan kecemasan dan depresi rentan menyerang saat pandemi Covid-19. Berdasarkan riset Monash University, sekitar 39 persen perempuan dan 29 lelaki mengalami diagnosis masalah kesehatan mental.

Renshall mengatakan marah-marah memang tidak melulu menandakan depresi dan kecemasan. Namun, marah merupakan emosi dasar yang bisa jadi menyembunyikan emosi lain.

Orang yang marah karena lupa password misalnya, bukan kesal karena mengalammi kelupaan. Bisa jadi ia sebenarnya memiliki masalah di rumah atau kantor yang belum terselesaikan.

"Marah adalah topeng untuk emosi lainnya. Marah bisa dilihat oleh orang lain, namun dibaliknya ada dasar gunung es yang tidak mungkin diketahui," tuturnya lagi.

Lalu, kenapa orang marah ketika kesehatan mentalnya terganggu? Renshall mengatakan hal ini adalah respons tubuh terhadap tekanan yang terjadi.

"Marah membuat kita menggunakan sistem saraf, membuat jantung berdetak kencang, dan Anda jadi lebih berenergi. Ini membuat Anda merasa lebih perkasa, terutama ketika Anda merasa khawatir dan dunia sedang menakutkan," tutupnya.

Baca Juga: Mengurangi Rasa Dendam dan Meningkatkan Kesehatan Mental dengan Memaafkan

Load More