Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Selasa, 07 Juli 2020 | 15:59 WIB
Ilustrasi pasien virus corona Covid-19 (Shutterstock)

Suara.com - Para ilmuwan telah mencari segala jenis pengobatan yang efektif dalam melawan virus corona Covid-19. Tapi, para ilmuwan telah mempercayai satu obat yang telah dibuktikan bisa melawan virus corona.

Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat (AS) telah mengumumkan bahwa remdesivir mampu mengurangi waktu pemulihan rata-rata pasien Covid-19 dari 15 hari menjadi 11 hari. Obat ini pun sudah terbukti mampu mengatasi Ebola dan 2 jenis virus corona lainnya.

Obat Ebola ini diproduksi oleh perusahaan bernama Gilead di AS. Meskipun obat ini telah terbukti efektif, tetapi penggunaannya masih belum disetujui untuk mengatasi pasien virus corona Covid-19.

Beruntungnya, kondisi itu tidak menghentikan uji coba pada ilmuwan dengan pasien virus corona Covid-19 di rumah sakit. Para ilmuwan mencoba memberikan mereka remdesivir untuk Ebola.

Hasilnya dilansir dari The Sun, penelitian itu menemukan bahwa obat untuk Ebola bisa membantu mempersingkat waktu pemulihan hingga 4 hari.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Institut Kesehatan Nasional (NIH) AS pun mengambil langkah yang tidak biasa untuk melaporkan hasil temuan penelitian. Penelitian ini sudah dimulai dengan melibatkan 1.063 pasien di beberapa negara, termasuk AS, Inggris dan Singapura sejak Febuari 2020.

Meskipun temuan ini belum dipublikasikan, NIH telah mengumumkan bahwa remdesivir mengurangi waktu pemulihan rata-rata pasien virus corona. Selain itu, obat Ebola ini juga mengurangi angka kematian menjadi 8 persen berbanding 11,6 persen pada kelompok plasebo.

Pada kasus khusus, remdesivir telah tersdia di Inggris melalui Skema Akses Awal ke Obat-obatan (EAMS) setelah diberi penilaian positif dari Badan Pengawas Obat-obatan dan Produk kesehatan.

Izin serupa juga telah diberikan di negara lain. Sementara, izin paling tidak lazim adalah izin darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS serta otoritas pengawas di Jepang.

Stephen Griffin, profesor di Leeds School of Medicine, mengatakan bahwa remdesivir adalah obat antivirus yang paling menjanjikan dalam uji coba saat ini di antara pasien Covid-19.