Suara.com - Para ilmuwan telah mencari segala jenis pengobatan yang efektif dalam melawan virus corona Covid-19. Tapi, para ilmuwan telah mempercayai satu obat yang telah dibuktikan bisa melawan virus corona.
Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat (AS) telah mengumumkan bahwa remdesivir mampu mengurangi waktu pemulihan rata-rata pasien Covid-19 dari 15 hari menjadi 11 hari. Obat ini pun sudah terbukti mampu mengatasi Ebola dan 2 jenis virus corona lainnya.
Obat Ebola ini diproduksi oleh perusahaan bernama Gilead di AS. Meskipun obat ini telah terbukti efektif, tetapi penggunaannya masih belum disetujui untuk mengatasi pasien virus corona Covid-19.
Beruntungnya, kondisi itu tidak menghentikan uji coba pada ilmuwan dengan pasien virus corona Covid-19 di rumah sakit. Para ilmuwan mencoba memberikan mereka remdesivir untuk Ebola.
Hasilnya dilansir dari The Sun, penelitian itu menemukan bahwa obat untuk Ebola bisa membantu mempersingkat waktu pemulihan hingga 4 hari.
Institut Kesehatan Nasional (NIH) AS pun mengambil langkah yang tidak biasa untuk melaporkan hasil temuan penelitian. Penelitian ini sudah dimulai dengan melibatkan 1.063 pasien di beberapa negara, termasuk AS, Inggris dan Singapura sejak Febuari 2020.
Meskipun temuan ini belum dipublikasikan, NIH telah mengumumkan bahwa remdesivir mengurangi waktu pemulihan rata-rata pasien virus corona. Selain itu, obat Ebola ini juga mengurangi angka kematian menjadi 8 persen berbanding 11,6 persen pada kelompok plasebo.
Pada kasus khusus, remdesivir telah tersdia di Inggris melalui Skema Akses Awal ke Obat-obatan (EAMS) setelah diberi penilaian positif dari Badan Pengawas Obat-obatan dan Produk kesehatan.
Izin serupa juga telah diberikan di negara lain. Sementara, izin paling tidak lazim adalah izin darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS serta otoritas pengawas di Jepang.
Baca Juga: Banyak Pasien Covid-19 Alami Sesak Napas Berbulan-bulan, Ini Kata Ahli!
Stephen Griffin, profesor di Leeds School of Medicine, mengatakan bahwa remdesivir adalah obat antivirus yang paling menjanjikan dalam uji coba saat ini di antara pasien Covid-19.
"Meluncurkan remdesivir melalui EAMS kemungkinan menempatkan pasien Covid-19 dalam kondisi parah menerimanya lebih dulu," jelas Stephen Griffin.
Meski ini penjelasan yang cukup kuat, semua orang tidak bisa mengharapkan obat ini bisa bertindak sebagai kunci terbaik. Sebaliknya, para ahli tetap harus menemukan perawatan yang tepat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance