Suara.com - Keluarga di Florida, Amerika Serikat, ditangkap karena menjual pemutih yang diklaim sebagai obat ajaib untuk virus corona.
Dilansir dari New York Post, sebuah keluarga Florida telah dijatuhi dengan tuduhan federal karena diduga menjajakan apa yang mereka sebut dengan obat ajaib untuk virus corona. Obat tersebut ternyata merupakan sebuah ramuan yang digunakan sebagai pemutih industri.
Mark Grenon (62) dan tiga putranya, dituduh memasarkan dan menjual produk bernama Miracle Mineral Solution sebagai obat ajaib virus corona.
Menurut pengaduan pidana, mereka menjualnya melalui entitas yang disebut Gereja Kesehatan dan Penyembuhan Genesis II di Bradenton.
Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), solusi beracun yang digunakan oleh keluarga Grenon juga dikenal sebagai MMS. Bahan ini biasanya digunakan untuk mengolah tekstil, air industri, bubur kertas dan kertas.
FDA belum menyetujui MMS untuk penggunaan yang berhubungan dengan kesehatan. Badan itu bahkan mengatakan menelan pemutih dapat menyebabkan muntah dan dehidrasi.
Grenon juga memasarkan obat berbahan pemutih itu sebagai obat untuk kondisi kesehatan serius lainnya, termasuk kanker, autisme, dan AIDS.
Seorang hakim federal Miami pada bulan April telah memerintahkan Gereja Kesehatan dan Penyembuhan Genesis II untuk berhenti menjual MMS, tetapi Grenon mengabaikan putusan itu.
Ia malah dengan tegas menolak perintah hakim distrik untuk berhenti menjual obat tersebut melalui email.
Baca Juga: Sekjen KY Kena Corona, Seluruh Pegawai Balik Lagi Kerja dari Rumah
"Kami tidak akan berpartisipasi dalam perintah yang tak konstitusional," bunyi satu email dari Mark Grenon kepada Hakim Distrik AS, Kathleen Williams.
"Berkali-kali aku menulis semuanya untuk Anda, Anda (Hakim Distrik AS Kathleen Williams) tidak memiliki wewenang atas Gereja kami," tambah Grenon.
Sang ayah dan putra-putranya, yakni Jonathan Grenon (34), Jordan Grenon (26), dan Joseph Grenon (32) didakwa dengan konspirasi untuk menipu Amerika Serikat, konspirasi untuk melanggar Undang-Undang Makanan, Obat-obatan dan Kosmetik, serta perbuatan kriminal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?