Suara.com - Masker menjadi salah satu kebutuhan wajib setiap orang di masa pandemi virus corona atau Covid-19. Dengan menggunakan masker akan mencegah risiko penularan dari virus yang seringkali mematikan itu.
Namun, belakangan ada sejumlah anggapan yang berkaitan dengan penggunaan masker. Salah satunya ialah menyebut bahwa menggunakan masker akan membuat imunitas tubuh menurun.
Tapi benerkah? Dilansir dari Global News, berikut ini mitos berkait masker yang banyak beredar.
Masker mematikan sistem kekebalan tubuh
Seorang dokter penyakit menular dan dokter kontrol infeksi di University Health Network di Toronto, Alon Vaisman mengatakan bahwar klaim ini sejalan dengan hipotesis kebersihan, yang menyatakan bahwa "jika Anda tidak membuka diri terhadap kuman, sistem kekebalan tubuh Anda tidak akan dilatih untuk menghadapinya," katanya.
"Itu persis hal yang kami coba cegah di sini (dengan Covid-19)."
Pada dasarnya, ketika Anda menerima vaksin untuk sesuatu seperti influenza, Anda mendapatkan dosis kecil atau "versi mati" dari patogen, kata Vaisman.
"Anda tidak mematikan sistem kekebalan Anda dengan mencegah ini (paparan) - Anda melindunginya."
Masker meningkatkan risiko virus
Sebuah unggahan di media sosial menyebut bahwa mengenakan masker mendorong "pemicu dan infeksi dari virus retro aktif yang sudah ada di dalam tubuh."
Namun, Covid-19 adalah jenis virus yang "tidak mampu memiliki keadaan tidak aktif," kata Matthew Cheng, ahli mikrobiologi di Pusat Kesehatan Universitas McGill.
Baca Juga: Malaysia Umumkan Klaster Jamaah Tabligh Sudah 100 Persen Sembuh
Karena itu tidak mengaktifkan virus kembali, baik saat menggunakan masker maupun tidak. Bahkan virus yang dapat tertidur pada manusia "tidak diaktifkan kembali dengan mengenakan masker, kata dia.
Masker secara ilmiah tidak akurat
Salah satu klaim menyesatkan lainnya ialah menyebut bahwa masker secara ilmiah tidak akurat. Namun, ini benar-benar keliru menggambarkan bagaimana Covid-19 sebenarnya menyebar, kata Vaisman.
"Jelas virus itu sendiri sangat kecil ... tetapi Covid-19 dibawa dalam tetesan, begitulah ia bergerak di udara," katanya. "Ini pada dasarnya seperti setetes air kecil, yang bisa kau sumbat dengan masker."
"Kita tahu bahwa masker sangat baik untuk mencegah penyebaran tetesan infeksi pernapasan."
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak
-
Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua
-
Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat
-
Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?
-
Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty
-
Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit