Temuan kasus baru setelah sekolah tatap muka kembali dibuka di beberapa negara, kata Anggraini juga menunjukkan penularan terjadi tidak hanya ke sesama siswa tapi juga guru dan orangtua.
"Simpanlah anak di rumah di garda yang pertahanan belakang, biarlah yang dewasa cari uang karena ekonomi dan harus menghidupi keluarganya, namun disiplin pencegahannya," sambungnya.
Di sisi lain, Jasra Putra juga menyoroti bagaimana dunia pendidikan serta anak, lekat dengan munculnya klaster baru penyebaran Covid-19.
"Ada klaster Pondok Pesantren di Gontor, ada kalster panti asuhan di Kalsel ini. Ini yang jadi kekhwatiran kita. Zona hijau sekolan tatap muka mesti dicek betul sesuai protokol kesehatan, tersedia tidak infrastukturnya?" kata Jasra.
Alirkan Optimisme Pada Anak saat Pandemi
Pada akhirnya, pandemi Covid-19 tak hanya mengusik kesehatan mental orang dewasa tetapi juga memberi tekanan batin pada anak.
Perempuan yang juga berprofesi sebagai Dokter Konsultan Spesialis Anak di Bandung tersebut meminta orangtua untuk mengubah keadaan yang serba sulit seperti saat ini dengan membangun nuansa energi positif demi anak.
Meski belajar serba terbatas dan harus tetap di rumah, orangtua diminta harus kreatif dalam mengajari anak menggunakan metode tidak biasa agar anak tetap gembira.
"Sebagai orangtua optimis, gembira, kreatif, dan bisa berdisiplin itu akan ditularkan, kita tularkan kegembiraan kepada anak," katanya.
Baca Juga: Google Doodle Hari Ini Menampilkan Keceriaan Hari Anak
Anak-anak juga diharapkan bisa terangsang jiwa kreatifnya dan menemukan cara bertahan di tengah keterbatasan.
"Sehingga bisa lewati masa pandemi ini. Anggaplah suatu gelanggang latihan, baik untuk orangtua maupun anak untuk disiplin, nanti kapanpun anak-anak kita dewasa nanti, adalah anak-anak yang disiplin," tutup Anggarini.
Sebelumnya berbeda dengan data Gugus Tugas Covid-19, IDAI sempat merilis data bahwa hingga 18 Mei 2020 jumlah anak-anak yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 ada sebanyak 3.324 orang.
Dari jumlah tersebut 129 di antaranya meninggal dunia. Sementara jumlah anak yang terkonfirmasi positif Covid-19 ada sebanyak 584 anak dengan angka kematian 14 orang.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
Terkini
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar