Suara.com - Peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh setiap 23 Juli, terpaksa harus dirayakan dalam situasi pandemi Covid-19 pada 2020 ini.
Apalagi, berdasarkan data website Gugus Tugas Covid-19 Selasa (21/7/2020) dinyatakan bahwa sebanyak 2,3 persen dari total 89.869 pasien Covid-19, adalah pasien anak berusia 0 sampai 5 tahun.
Sedangkan anak Indonesia usia 6 hingga 17 tahun yang positif terinfeksi Covid-19 berjumlah 5,8 persen dari total kasus infeksi Covid-19 secara keseluruhan.
Hal yang lebih menyedihkan, satu persen anak usia 0 sampai 5 tahun menjadi korban meninggal dunia akibat Covid-19. Sementara 0.7 persen pasien Covid-19 meninggal dunia lainnya adalah anak usia 6 hingga 17 tahun.
Di situasi pandemi seperti sekarang, Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI, mengakui bahwa Covid-19 tak hanya mengancam orang dewasa tetapi juga anak.
"Secara global, virus ini bisa ke semua orang termasuk juga anak-anak," ujar Ketua UKK Infeksi dan Penyakit Tropis IDAI, Dokter Anggraini Alam saat dihubungi suara.com beberapa waktu lalu.
Terlebih, Anggarini juga menyoroti mengenai fase pelonggaran aturan new normal yang kini mulai diterapkan.
Hal tersebut menurutnya, menjadi masalah karena banyak masyarakat yang tidak taat menerapkan aturan protokol kesehatan. Pada akhirnya, hal tersebut membuat anak lebih berisiko tinggi terpapar Covid-19.
"Ini sangat meningkatkan risiko kasus Covid-19 anak, berbanding lurus. Angka di Indonesia makin naik, yang meninggal juga semakin banyak," imbuhnya.
Baca Juga: Google Doodle Hari Ini Menampilkan Keceriaan Hari Anak
Di sisi lain, terkait Covid-19 dan anak, Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI juga telah membentuk tim khusus yang disebut Kelompok Kerja atau Pokja Penanganan Covid-19 yang diisi oleh anggota Komisioner KPAI, tokoh perguruan tinggi, dokter hingga aktivis perlindungan anak.
"Kami memantau data anak terinfeksi dan trennya naik. Kami mengalisa dari tren kasus anak awalnya dianggap tidak rentan tapi faktanya banyak yang menjadi korban," kata Ketua Pokja Penanganan Covid-19 KPAI, Jasra Putra.
Pendidikan dan Ancaman Covid-19 pada Anak
Akibat tingginya kasus infeksi, Anggraini memperingatkan pemerintah untuk tidak gegabah membuka kembali sekolah.
Menurutnya, jangankan Indonesia dengan kasus yang terus meningkat, beberapa negara maju yang berhasil menekan kasus saja masih gamang untuk kembali membuka sekolah.
"Sudah banyak contoh di Wuhan China, Denmark, Korea Selatan, Norwegia, Australia, Jerman banyak sekali sudah coba sekolah dibuka, tapi akhirnya tutup lagi, dan mereka (negara maju) itu tesnya bagus," ungkapnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
Terkini
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran