Suara.com - Es teh manis memang segar, tapi es teh tanpa pemanis lebih bermanfaat bagi kesehatan Anda. Hal ini disebabkan karena es teh tanpa pemanis yang dilarutkan sendiri akan lebih minim kalori daripada es teh manis.
Tak hanya itu, Washington State University juga menyatakan bahwa es teh tawar lebih baik daripada minum teh tawar panas yang diminum setelah didingankan. Sebab, membuat es teh langsung akan membatasi pertumbuhan bakteri ketimbang teh panas tawar yang didinginkan.
Melansir dari Healthyeating, berikut adalah beberapa manfaat minum es teh tanpa pemanis, antara lain:
1. Rendah Gula dan Kalori
Es teh tanpa pemanis memiliki dua keunggulan utama dibanding teh manis, yakni lebih rendah kalori dan gula. Segelas es teh tanpa pemanis yang diseduh hanya dua gram kalori dan kurang dari satu gram karbohidrat.
Fakultas Kesehatan Masyarakat Harvard menyatakan bahwa teh adalah salah satu sumber hidrasi terbaik kedua setelah air. Memilih es teh tanpa pemanis akan menambah asupan nutrisi dan senyawa penting dari teh itu sendiri.
2. Sumber Mangan
Menambahkan es teh tanpa pemanis ke dalam menu harian Anda bisa membantu tubuh menyerap lebih banyak kandungan mangan.
Setiap delapan ons sajian es teh hitam yang diseduh menawarkan 520 mikrogram mangan. Jumlah tersebut merupakan 35 persen dari kebutuhan harian mangan wanita dan 23 persen kebutuhan mangan pria.
Baca Juga: Wajib Tahu, 4 Makanan Sehat yang Ternyata "Sampah"
Karena kandungan mangannya, es teh tanpa pemanis meningkatkan percepatan penyembuhan luka dan membantu menjaga kekuatan tulang serta metabolisme Anda.
Mangan dalam teh es tanpa pemanis juga mengaktifkan mangan superoksida dismutase, enzim yang mencegah kerusakan jaringan.
3. Sumber Fluorida dan Flavonoid
Minum es teh tanpa pemanis juga membantu meningkatkan asupan fluoride yang baik untuk kesehatan tulang dan gigi. Sementara kandungan flavonoid dapat melawan penyakit kronis, seperti penyakit jantung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia