Suara.com - Bayi yang masih berusia satu bulan akan memiliki usus yang didominasi probiotik bifidobacterium. Probiotik bifidobacterium sendiri merupakan bakteri baik yang mengisi hingga 60 persen usus yang didapatkan dari ASI.
Dokter anak dr. Lupita Wijaya menjelaskan bahwa bifidobacterium diperlukan untuk memperkuat sistem imun anak.
Meski begitu, anak yang mendapat ASI ekslusif masih bisa kekurangan jumlah probiotik bifidobacterium akibat kondisi tertentu.
"Pertama, makin sering bayi terpapar antibiotik maka bakteri baik akan mati di dalam usus sehingga tidak bisa menyerap nutrisi di usus anak," kata Lupita dalam webinar Kalbe Farma, Kamis (30/7/2020).
Kedua, nutrisi ASI dari ibu bisa jadi tidak mencukupi. "Dalam arti anak itu cenderung mendapat susu formula daripada ASI," jelasnya.
Menurut Lupita, susu formula juga mengandungan bifidobacterium namun jumlahnya tidak sebanyak pada Air Susu Ibu atau ASI.
Selain itu, pola makan si ibu juga akan sangat memengaruhi kualitas ASI dan kandungan bifidobacterium yang akan didapatkan anak.
Lupita menyarankan agar ibu mengonsumsi makanan tertentu yang bisa merangsang produksi probiotik.
"Makanan yang membentuk probiotik sebenarnya secara seserhana ada dalam keseharian yaitu, tempe, oncom, acar timun, yogurt, keju. Itu sudah mengandung probiotik bahkan kimchi juga sudah mengandung probiotik," paparnya.
Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Manfaat Probiotik Untuk Anak Pada 1000 Hari Pertama
Lupita menjelaskan bahwa saat lahir, usus anak dalam keadaan steril. Saat masih dalam kandungan, anak mendapatkan antibodi pasif dari ibunya yang disalurkan melalui plasenta.
Kemudian saat lahir, ASI yang menjadi sumber antibodi bagi anak. "Antibodi akan tersuplai dari ASI yang mengandung banyak IgA (Imunoglobulin A) sehingga akan menginduksi kerja usus," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?