Suara.com - Dari semua faktor risiko yang membuat covid-19 semakin berbahaya bagi seseorang, obesitas menempati urutan nomor satu.
Obesitas tidak hanya dapat memicu komplikasi parah dari infeksi virus, tetapi juga dapat membuat pemulihan dari infeksi SARS-CoV-2 menjadi lebih sulit.
Sekarang tampaknya, bahkan vaksin mungkin tidak dapat menyelamatkan orang gemuk dari dampak Covid-19.
Menurut laporan di outlet berita Inggris DailyMail.com, vaksin covid-19 mungkin tidak terlalu efektif pada orang gemuk atau obesitas. Demikian seperti dilansir dari Healthshits.
Dr. Chat Petit, asisten profesor di Universitas Alabama di Birmingham yang mengatakan: “Ini bukan pertanyaan tentang tidak berhasil, ini lebih merupakan pertanyaan tentang kemanjuran.
Dengan kata lain, vaksin dapat bekerja tetapi mungkin tidak seefektif .
Bukan hanya virus corona, obesitas juga bisa menurunkan keampuhan vaksin lain. Sebuah studi tahun 2017 yang diterbitkan dalam jurnal Human Vaccines and Immunotherapeutics menemukan bahwa obesitas dapat menyebabkan tidak responsifnya vaksin hepatitis-B pada pasien, sehingga memengaruhi imunisasi.
Alasan di baliknya, para peneliti setuju, bahwa peradangan di tubuh menyebabkan kelebihan berat badan. Demikian pula, sebuah studi dari International Journal of Obesity menyatakan bahwa orang gemuk yang telah divaksinasi flu dua kali lebih mungkin untuk tertular infeksi dibandingkan dengan rekan vaksinasi non-obesitas.
Salah satu elemen paling penting dari sistem kekebalan adaptif, adalah bahwa sel-T bertanggung jawab untuk membunuh sel inang yang terinfeksi.
Baca Juga: 15,7 Juta Pekerja Dapat Tambahan Gaji dari Pemerintah
Hal itu yang mencegah penyebaran penyakit di dalam tubuh. Tidak hanya itu, sel-sel ini juga berada di belakang pengaturan respons kekebalan tubuh Anda — menjadikannya sangat penting dalam melawan virus SARS-CoV-2.
Sekarang, peradangan yang disebabkan obesitas dalam tubuh dapat menyebabkan disfungsi sel-T, yang menurut Dr Petit, menyebabkan gangguan respons terhadap vaksin covid-19.
Mengutip penelitian vaksin influenza yang mengamati peserta yang mengalami obesitas dan non-obesitas, Dr Petit mengatakan kepada Daily Mail: "Orang dewasa obesitas yang menerima vaksin influenza dalam penelitian itu masih terlindungi, tidak sebaik orang yang tidak obesitas."
Dengan kata lain, beberapa perlindungan lebih baik daripada tidak ada perlindungan sama sekali.
Selain itu, ika Anda mengalami obesitas, kemungkinan Covid-19 akan membuat hidup Anda lebih sengsara dari kebanyakan orang.
Kemudian, jika Anda hidup di era pandemi yang tidak banyak bergerak ini, berat badan Anda kemungkinan besar akan bertambah. Untungnya, solusinya di sini cukup sederhana: gym mungkin tutup, tetapi ada banyak latihan yang dapat Anda lakukan di rumah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi