Suara.com - Sebagai orang tua tentu saja akan merasa khawatir saat bayi sering gumoh. Gumoh adalah keluarnya cairan, susu, atau makanan yang baru saja ditelan oleh bayi. Tulisan ini akan menjelaskan alasan kenapa bayi gumoh.
Dalam istilah medis, gumoh ini biasanya disebut dengan refluks. Kondisi ini sebenarnya normal dialami oleh bayi karena kerongkongannya yang belum berkembang sepenuhnya dan ukuran lambung bayi yang masih kecil.
Namun meskipun umum terjadi, alasan kenapa bayi gumoh juga bisa disebabkan oleh kondisi medis tertentu yang perlu diwaspadai.
Gumoh yang Normal
Pada dasarnya, bayi sering gumoh bukanlah kondisi yang cukup mengkhawatirkan. Selain mengeluarkan susu atau makanan, gumoh terkadang juga disertai dengan sendawa, batuk, atau cegukan, di mana frekuensi gumoh pada bayi sangat bervariasi.
Gumoh bisa terjadi jarang, cukup sering, atau bahkan terjadi setiap kali bayi diberikan susu atau makanan. Kondisi bayi yang sering gumoh tergolong normal jika:
- Bayi tetap mau menyusu dan menelan makanan.
- Berat badan bayi masih terus bertambah sesuai dengan usianya.
- Bayi tetap terlihat nyaman dan tidak terlalu rewel.
- Bayi tidak terlihat sesak nafas.
Jika bayi Anda mengalami gumoh dengan ciri-ciri seperti di atas, berarti hal tersebut menandakan bahwa keadaannya baik-baik saja dan tidak memerlukan penanganan yang khusus.
Gumoh yang Perlu Diwaspadai
Meski gumoh pada bayi adalah hal yang tergolong normal terjadi, namun Anda perlu waspada jika bayi gumoh disertai dengan beberapa keluhan atau gejala lain, seperti:
Baca Juga: Gumoh Tanda Anak Sudah Kenyang?
- Bayi mulai gumoh pada usia 6 bulan dan terus terjadi hingga usianya lebih dari 1 tahun.
- Terlalu sering memuntahkan makanan atau susu dan jumlah yang dimuntahkan bayi cukup banyak.
- Cairan yang dimuntahkan bayi berwarna kuning, hijau, atau disertai dengan keluarnya darah.
- Bayi menjadi susah makan atau menolak diberi susu, sehingga berat badannya tidak bertambah.
- Bayi tampak sesak, lemas, rewel, dan sering menangis.
- Mengalami demam.
Jika alasan bayi gumoh dan menunjukkan beberapa gejala di atas, maka hal tersebut bisa jadi disebabkan oleh penyakit tertentu, seperti alergi susu sapi, penyumbatan atau penyempitan pada kerongkongan, dan penyakit refluks asam lambung pada bayi.
Apabila hal itu terjadi, sebaiknya segera periksa ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang