Suara.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un dikabarkan mengalami koma. hal ini diungkapkan oleh seorang mantan pejabat Korea Selatan yang melaporan bahwa pemimpin utara telah menyerahkan sebagian kekuasaannya kepada adik perempuannya.
Chang Song-min, mantan ajudan mendiang presiden Korea Selatan Kim Dae-jung, menuduh bahwa Kim Jong Un telah sakit parah. Anggapan ini bereedar di tengah spekulasi bahwa ia jarang tampil ke publik.
"Saya menilai dia koma, tapi hidupnya belum berakhir," katanya kepada media Korea Selatan seperti dilansir dari New York Post.
Banyk orang tentu sudah tidak asing dengan istilah koma. Tapi, apa sih sebenarnya penjelasan tentang koma dari segi kesehatan?
Dilansir dari Healthline, koma adalah keadaan tidak sadar yang berkepanjangan. Koma terjadi ketika bagian otak rusak, baik sementara maupun permanen.
Kerusakan ini menyebabkan ketidaksadaran, ketidakmampuan untuk bangun, dan tidak responsif terhadap rangsangan seperti rasa sakit, suara, dan cahaya. Kata "koma" berasal dari kata Yunani "koma", yang berarti "tidur nyenyak".
Koma memiliki sejumlah penyebab potensial. Mulai dari cedera atau penyakit hingga stroke, tumor, hingga penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan.
Seseorang yang sedang koma masih hidup tetapi tidak dapat bergerak sesuka hati. Mereka tidak dapat berpikir, berbicara, atau menanggapi lingkungan mereka. Fungsi penting, seperti pernapasan dan sirkulasi darah, tetap terjaga.
Koma adalah keadaan darurat medis. Penyedia layanan kesehatan perlu bekerja dengan cepat untuk mempertahankan kehidupan dan fungsi otak. Mereka juga perlu menjaga kesehatan pasien selama koma.
Baca Juga: Aborsi hingga Pemukulan, PBB Benarkan Korea Utara Aniaya Tahanan Wanita
Koma mungkin sulit untuk didiagnosis dan diobati. Biasanya tidak berlangsung lebih dari empat minggu, dan pemulihan terjadi secara bertahap. Namun, beberapa pasien tetap koma selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun.
Prioritas pertama pengobatan adalah untuk memelihara kehidupan dan fungsi otak. Antibiotik dapat langsung diberikan jika terjadi infeksi di otak. Pengobatan untuk mengatasi kondisi yang mendasari akan diberikan jika penyebab koma diketahui, seperti dalam kasus overdosis obat. Pembedahan mungkin diperlukan untuk mengurangi pembengkakan di otak.
Sebuah tim profesional medis akan menangani pasien koma setelah mereka stabil. Mereka akan bekerja untuk mencegah infeksi, luka baring, dan kontraktur otot. Tim juga akan memastikan untuk memberi pasien nutrisi seimbang selama koma mereka.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?