Suara.com - Sejumlah negara di Asia Tenggara masih mencatatkan penambahan korban meninggal dan kasus baru virus Corona Covid-19 secara signifikan.
Dilansir Anadolu Agency, total kasus virus Corona COVID-19 di Asia Tenggara mencapai 420.656 pada Senin (24/8) malam.
Dari total kasus tersebut, sudah 310.793 pasien yang berhasil sembuh, dengan korban meninggal sebanyak 10.015 orang.
Setidaknya ada 6.642 kasus baru dan 42 kematian dilaporkan oleh negara-negara ASEAN dalam 24 jam terakhir.
Filipina masih menjadi negara dengan jumlah kasus terbanyak di Asia Tenggara.
Laporan Kementerian Kesehatan Filipina menyebut total kasus Covid-19 mencapai 194.252, dengan penambahan 4.686 kasus baru kemarin.
Korban meninggal bertambah 13, menjadikan total kematian hingga saat ini berjumlah 3.010.
Indonesia melaporkan 79 kematian baru dalam 24 jam terakhir, menjadikan total korban meninggal sebanyak 6.759.
Total kasus yang terkonfirmasi mencapai 155.412, dengan penambahan 1.877 kasus baru.
Baca Juga: Survei: Pengguna Internet di Asia Tenggara Merasa Aman Selama Pandemi
Di Singpura, tercatat ada 51 kasus baru yang dilaporkan. Dengan begitu, total infeksi COVID-19 mencapai 56.404. Angka kematian tidak bertambah di 27 orang.
Malaysia melaporkan 7 kasus baru, menjadikan total kasus saat ini 9.274. Sejauh ini sudah 125 orang meninggal dunia sementara pasien sembuh mencapai 8.965.
Thailand melaporkan dua kasus impor baru dari India dan Qatar. Saat ini, total kasus mencapai 3,397 dengan 3.222 pasien berhasil sembuh.
Myanmar melaporkan penambahan 19 kasus baru, yang membuat total kasus mencapai 463. Pasien aktif yang dirawat berjumlah 122 dengan sisanya berhasil sembuh.
Tidak ada laporan penambahan kasus dan kematian baru di Brunei Darussalam, Laos, Kamboja, dan Vietnam.
Berita Terkait
-
Perbandingan Harga BBM di Negara ASEAN, Indonesia Masih Paling Murah?
-
WFH demi Hemat BBM: Solusi Visioner atau Sekadar Geser Beban ke Rakyat?
-
Pemerintah Siapkan Skenario dari era Covid-19 Hadapi Krisis Energi Akibat Konflik Timur Tengah
-
Epson: Teknologi Digital Dye-Sublimation Percepat Transformasi Industri Cetak Tekstil Asia Tenggara
-
9 Fakta dan Kronologi Perang Knetz vs SEAblings Memanas di Medsos
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem