Suara.com - Anak keempat Mona Ratuliu, Numa, mengalami ruam merah di seluruh bagian wajahnya. Mona Ratuliu mengatakan anaknya itu sedang menderita dermatitis atopik.
"Ini namanya: Dermatitis Atopik. Biasa dikenal juga dengan eksim. Pemicu munculnya ruam merah ini biasanya karena alergi," ujar Mona Ratuliu dalam unggahannya di Instagram.
Pada umumnya, dermatitis adalah peradangan kronis yang menyebabkan kulit bengkak dengan ruam kemerahan dan gatal. Penyakit kulit ini sangat banyak jenisnya.
Dilansir dari Hello Sehat, setiap jenis dermatitis memiliki faktor pemicu dan gejala yang berbeda. Berikut ini beberapa jenis dermatitis antara lain:
1. Dermatitis atopik
Dermatitis atopik adalah penyakit kulit yang bisa menyerang semua orang dari segala usia, tapi lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak.
Eksim ini bisa menyebabkan ruam kemerahan dan gatal-gatal. Bahkan kondisinya bisa lebih memburuk bila digaruk.
2. Dermatitis kontak
Gejala dermatitis kontak biasanya berupa kulit kering dan bintik-bintik kemerahan yang terasa gatal dan terbakar. Kondisi ini terjadi akibat kontak dengan zat atau substansi tertentu.
Baca Juga: Studi Temukan Pasien Kanker Darah Berisiko Tinggi Meninggal akibat Covid-19
3. Dermatitis seboroik
Jenis dermatitis ini berbeda dengan dermatitis lainnya, karena menyerang kulit kepala dan menyebabkan kulit bersisik.
Biasanya dermatitis seboroik ini bisa berlangsung pada bagian tubuh lain, seperti dahi, area sekitar mata, sekitar kuping dan pangkal paha.
4. Dishidrosis
Dermatitis yang terjadi pada tangan dan kaki, khususnya di bagian telapak dan jaru-jari disebut dishidrosis.
Penyakit kulit ini biasanya berbentuk bintik-bintik merah, luka lepuh dan gatal di kulit. Bahkan luka lepuh itu bisa pecah yang membuat kulit berkerak.
5. Dermatitis numular
Jenis dermatitis ini bisa menimbulkan berbagai macam gejala, seperti ruam kemerahan berbentuk seperti koin yang bisa mengering menjadi borok. Dermatitis numular tergolong jenis yang paling sulit disembuhkan dan bisa memburuk hingga rentan terinfeksi bila tak diobati.
6. Neurodermatitis
Neurodermatitis juga disebut dengan lichen simplex chronicus, yakni penyakit kulit kronis yang menyebabkan rasa gatal. Jenis dermatitis ini bisa menyebabkan gatal di bagian tubuh seperti pergelangan tangan, bagian belakang leher, lengan bawah, paha, anus dan area kelamin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak